Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Laku Anak

Ada seorang anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Hari itu mamanya mendaftarkannya ke Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPA) untuk belajar Al-Qur`an. Anak ini senang sekali bisa ikut TPA. Beberapa hari kemudian sang anak mengajukan permintaan kepada mamanya,

“Ma, aku ingin seperti bu guru. Aku ingin pakai jilbab seperti bu guru.”

“Jangan nak,” jawab mamanya, “Kamu jangan pakai jilbab. Kamu belajar ngaji saja, jangan ikut-ikutan pakai jilbab.”

Lanjut Baca »

Oleh: K.H. Didin Hafidhuddin

Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita.

Kasus Ahmadiyah sebagai contoh, hingga saat ini, masih menjadi duri dalam daging sehingga selalu menimbulkan gejolak horizontal di tengah-tengah masyarakat. Padahal, akar permasalahan Ahmadiyah ini Lanjut Baca »

Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine).

Hiruk pikuk itu kini membudaya. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Lantas…

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?

Lanjut Baca »

Made In Japan

Di sebuah airport di New York, seorang pebisnis Jepang yang baru pertama kali ke luar negeri naik taksi hendak pergi ke hotel. Di perjalanan, tiba-tiba taksinya disalip sebuah mobil yang melaju kencang.

Bukannya marah melihat mobilnya disalip, si pebisnis Jepang malah bangga dan berteriak dengan bahasa campuran Jepang-Inggris, “Aaaah! Toyota made in Japan, hayai… very fast.” (Cepat – sangat cepat!)
Supir taksi, yang mengendarai mobil ford, diam membisu. Tak lama kemudian sebuah mobil lain juga menyalip taksinya. Spontan si Jepang berteriak, “Aaaah! Nissan made in Japan. hayai nee… very fast.” (cepat, sangat cepat)
Belum lama berselang mobil ketiga, lalu mobil keempat menyalip taksinya, ia berseru dengan gembira, Lanjut Baca »

‘Ied Mubarak

Bismillah.

Sudah lama tidak mengutak-atik gathuk laman blog ini.  Di hari ke-5 bulan Syawal tahun 1431 kali ini saat yang tepat untuk memulai kembali. Semoga senantiasa tersaji tulisan-tulisan disini.

Dan izinkanlah saya, Lanjut Baca »

Cukup Satu Tiket Saja

Di sebuah cafe di stasiun, dua orang pria membanggakan diri mereka pada seorang pria asing yang baru dikenalnya. Mereka bercerita bisa naik kereta hemat setengah harga setiap saat.

“Kami setiap naik kereta, sekalipun berdua, cukup hanya dengan membeli 1 tiket, triknya mudah, setiap kali petugas datang kami berdua masuk ke toilet, lalu ketika petugas mengetuk toilet, saya tinggal melambaikan satu tiket ke petugas untuk di lubangi!” kata salah satu dari mereka.

“Wah, saya bahkan bisa naik kereta sendirian, tanpa tiket” kata pria asing itu, tak mau kalah.

“Mana mungkin, buktikan pada kami!” kata kedua pria tersebut.

Lanjut Baca »

Bumi dan Ibu Manusia

Sesuai hikmahNya, Dia menciptakan bumi dengan berbagai variasi bentuk. Ada yang datar, berlumpur, gunung-gunung, dan berpasir. Masing-masing bentuk punya faedah tertentu. Kondisi bumi yang seperti itu, konsekuensinya dia seperti ibu. Di dalam perutnya, bumi mengandung semua jenis anak. Kemudian mengeluarkan untuk manusia dan hewan apa-apa yang diizinkan oleh Tuhannya untuk dikeluarkan, baik mereka ketahui maupun tidak.

Kemudian Alloh subhanahu wa ta’ala mengembalikan yang dikeluarkan itu ke dalam perutnya lagi. Alloh menjadikan permukaan bumi sebagai tempat berkumpulnya makhluk yang masih hidup, dan menjadikan perut bumi tempat berkumpul mereka setelah mati. Apabila telah tiba saat yang dijanjikan, dan kehamilan telah memberatkannya, Tuhan berwahyu kepadanya untuk melahirkan dan mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung. Ia mengeluarkan manusia dari perutnya dan berkata,

“Tuhanku, inilah yang Kau titipkan kepadaKu.”

Dia mengeluarkan simpanannya dengan izin Tuhan, lalu menceritakan beritanya dan menjadi saksi atas perbuatan baik dan buruk anak-anaknya. Demikian yang tertera dalam surah al-Zalzalah.

[Sumber: Kunci Kebahagiaan, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]

valentine vs PALESTINE

love-38-gmrenwq9sc-1600x1200

Tulisan itulah yang saya baca siang tadi, di salah satu papan informasi di sayap utara masjid kampus UGM, selepas sholat Jum’at. Menginspirasikan saya untuk menjadikan judul postingan kali ini.

Bila kita bicara soal valentine, maka akan sangat erat sekali dengan kata cinta. Identik! Biasanya cinta antara dua sejoli yang dimabuk asmara. Mudah sekali untuk melafalkan kata cinta. Tanpa pikir panjang, sebuah ketertarikan dan rasa suka akan segera menggerakkan lidah ini untuk melafalkan kalimat, Lanjut Baca »

Sedikit yang menyadari

bahwa godaan dunia dengan segala kegemerlapannya itu jauh lebih berat,

bahkan dari siksaan kemiskinan yang paling mencekik leher sekalipun.

Bulan lalu, saya sempat menonton tayangan ‘telusur’ di salah satu tipi swasta di republik ini. Stasiun tipi yang punya ‘ikon animasi’ dalam setiap pemberitaannya, bang one. Ikon yang digambarkan sebagai sosok lelaki STW (setengah tuwa), en berkacamata. Yang menurut saya, bang one itu (sekilas) malah mirip pak Karni Ilyas, redaktur di tipi swasta tersebut. CMIIW. :mrgreen:

Episode-nya waktu itu menelusuri tentang cincau abal-abal dan durian suntik. Lanjut Baca »

Baca berita di media indonesia, bahwasanya mahasiswa ITB yang mencontek akan dijatuhi sanksi ‘DO’.

Penerapan sanksi tegas tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB 2009 yang diikuti 175 pengurus pusat, seperti Badan Penasehat, Badan Pengawas, Utusan Cabang Fakultas dan Cabang Daerah, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1).

Ketua IOM-ITB Akmasj Rahman mengatakan sanksi tegas dari rektorat itu sangat mendidik, agar mereka bersikap jujur. “Kami, selaku orang tua sangat setuju dengan sanksi itu, karena mencontek merupakan bibit awal korupsi. Namun, sanksi ini harus diberlakukan dengan adil,” ujarnya.

Mencontek merupakan bibit awal korupsi. Ada kisah, seorang kakek yang berusia 60-an. Pada zamannya dahulu, apabila ada anak yang ketahuan mencontek, maka anak tersebut bisa tidak masuk sekolah selama 1 minggu. Karena malu akan aibnya sendiri.

Tapi saat ini, anak-anak zaman sekarang, setelah selesai mengerjakan soal-soal ujian, mereka malah membicarakan teknik-teknik mencontek yang mereka lakukan. Ini berarti, lisan sudah digunakan untuk melakukan kemunkaran. Bayangpun!

Nah, ngomong-ngomong soal korupsi, saya jadi ingat dengan kisah pejabat anti korupsi. Begini kisahnya…

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.