Remaja Muslim, Valentine’s Day, dan Perlawanan Budaya

Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine).

Hiruk pikuk itu kini membudaya. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Lantas…

Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?

Baca lebih lanjut

Iklan

Made In Japan

Di sebuah airport di New York, seorang pebisnis Jepang yang baru pertama kali ke luar negeri naik taksi hendak pergi ke hotel. Di perjalanan, tiba-tiba taksinya disalip sebuah mobil yang melaju kencang.

Bukannya marah melihat mobilnya disalip, si pebisnis Jepang malah bangga dan berteriak dengan bahasa campuran Jepang-Inggris, “Aaaah! Toyota made in Japan, hayai… very fast.” (Cepat – sangat cepat!)
Supir taksi, yang mengendarai mobil ford, diam membisu. Tak lama kemudian sebuah mobil lain juga menyalip taksinya. Spontan si Jepang berteriak, “Aaaah! Nissan made in Japan. hayai nee… very fast.” (cepat, sangat cepat)
Belum lama berselang mobil ketiga, lalu mobil keempat menyalip taksinya, ia berseru dengan gembira, Baca lebih lanjut

Cukup Satu Tiket Saja

Di sebuah cafe di stasiun, dua orang pria membanggakan diri mereka pada seorang pria asing yang baru dikenalnya. Mereka bercerita bisa naik kereta hemat setengah harga setiap saat.

“Kami setiap naik kereta, sekalipun berdua, cukup hanya dengan membeli 1 tiket, triknya mudah, setiap kali petugas datang kami berdua masuk ke toilet, lalu ketika petugas mengetuk toilet, saya tinggal melambaikan satu tiket ke petugas untuk di lubangi!” kata salah satu dari mereka.

“Wah, saya bahkan bisa naik kereta sendirian, tanpa tiket” kata pria asing itu, tak mau kalah.

“Mana mungkin, buktikan pada kami!” kata kedua pria tersebut.

Baca lebih lanjut

Bumi dan Ibu Manusia

Sesuai hikmahNya, Dia menciptakan bumi dengan berbagai variasi bentuk. Ada yang datar, berlumpur, gunung-gunung, dan berpasir. Masing-masing bentuk punya faedah tertentu. Kondisi bumi yang seperti itu, konsekuensinya dia seperti ibu. Di dalam perutnya, bumi mengandung semua jenis anak. Kemudian mengeluarkan untuk manusia dan hewan apa-apa yang diizinkan oleh Tuhannya untuk dikeluarkan, baik mereka ketahui maupun tidak.

Kemudian Alloh subhanahu wa ta’ala mengembalikan yang dikeluarkan itu ke dalam perutnya lagi. Alloh menjadikan permukaan bumi sebagai tempat berkumpulnya makhluk yang masih hidup, dan menjadikan perut bumi tempat berkumpul mereka setelah mati. Apabila telah tiba saat yang dijanjikan, dan kehamilan telah memberatkannya, Tuhan berwahyu kepadanya untuk melahirkan dan mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung. Ia mengeluarkan manusia dari perutnya dan berkata,

“Tuhanku, inilah yang Kau titipkan kepadaKu.”

Dia mengeluarkan simpanannya dengan izin Tuhan, lalu menceritakan beritanya dan menjadi saksi atas perbuatan baik dan buruk anak-anaknya. Demikian yang tertera dalam surah al-Zalzalah.

[Sumber: Kunci Kebahagiaan, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]