Laku Anak

Ada seorang anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Hari itu mamanya mendaftarkannya ke Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPA) untuk belajar Al-Qur`an. Anak ini senang sekali bisa ikut TPA. Beberapa hari kemudian sang anak mengajukan permintaan kepada mamanya,

“Ma, aku ingin seperti bu guru. Aku ingin pakai jilbab seperti bu guru.”

“Jangan nak,” jawab mamanya, “Kamu jangan pakai jilbab. Kamu belajar ngaji saja, jangan ikut-ikutan pakai jilbab.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Made In Japan

Di sebuah airport di New York, seorang pebisnis Jepang yang baru pertama kali ke luar negeri naik taksi hendak pergi ke hotel. Di perjalanan, tiba-tiba taksinya disalip sebuah mobil yang melaju kencang.

Bukannya marah melihat mobilnya disalip, si pebisnis Jepang malah bangga dan berteriak dengan bahasa campuran Jepang-Inggris, “Aaaah! Toyota made in Japan, hayai… very fast.” (Cepat – sangat cepat!)
Supir taksi, yang mengendarai mobil ford, diam membisu. Tak lama kemudian sebuah mobil lain juga menyalip taksinya. Spontan si Jepang berteriak, “Aaaah! Nissan made in Japan. hayai nee… very fast.” (cepat, sangat cepat)
Belum lama berselang mobil ketiga, lalu mobil keempat menyalip taksinya, ia berseru dengan gembira, Baca lebih lanjut

Cukup Satu Tiket Saja

Di sebuah cafe di stasiun, dua orang pria membanggakan diri mereka pada seorang pria asing yang baru dikenalnya. Mereka bercerita bisa naik kereta hemat setengah harga setiap saat.

“Kami setiap naik kereta, sekalipun berdua, cukup hanya dengan membeli 1 tiket, triknya mudah, setiap kali petugas datang kami berdua masuk ke toilet, lalu ketika petugas mengetuk toilet, saya tinggal melambaikan satu tiket ke petugas untuk di lubangi!” kata salah satu dari mereka.

“Wah, saya bahkan bisa naik kereta sendirian, tanpa tiket” kata pria asing itu, tak mau kalah.

“Mana mungkin, buktikan pada kami!” kata kedua pria tersebut.

Baca lebih lanjut

Mencontek dan Contoh Pejabat Anti Korupsi

Baca berita di media indonesia, bahwasanya mahasiswa ITB yang mencontek akan dijatuhi sanksi ‘DO’.

Penerapan sanksi tegas tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB 2009 yang diikuti 175 pengurus pusat, seperti Badan Penasehat, Badan Pengawas, Utusan Cabang Fakultas dan Cabang Daerah, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1).

Ketua IOM-ITB Akmasj Rahman mengatakan sanksi tegas dari rektorat itu sangat mendidik, agar mereka bersikap jujur. “Kami, selaku orang tua sangat setuju dengan sanksi itu, karena mencontek merupakan bibit awal korupsi. Namun, sanksi ini harus diberlakukan dengan adil,” ujarnya.

Mencontek merupakan bibit awal korupsi. Ada kisah, seorang kakek yang berusia 60-an. Pada zamannya dahulu, apabila ada anak yang ketahuan mencontek, maka anak tersebut bisa tidak masuk sekolah selama 1 minggu. Karena malu akan aibnya sendiri.

Tapi saat ini, anak-anak zaman sekarang, setelah selesai mengerjakan soal-soal ujian, mereka malah membicarakan teknik-teknik mencontek yang mereka lakukan. Ini berarti, lisan sudah digunakan untuk melakukan kemunkaran. Bayangpun!

Nah, ngomong-ngomong soal korupsi, saya jadi ingat dengan kisah pejabat anti korupsi. Begini kisahnya…

Baca lebih lanjut

Secuil Kondisi Pendidikan Tanah Air

Hari ke-5 Ramadhan (04/09), saya menyengaja untuk melaksanakan sholat isya’dan tarawih di masjid kampus UGM. Dan kebetulan yang menjadi penceramah tarawih adalah Menteri Komunikasi dan Informasi, yang mantan rektor ITS, Bapak Muhammad Nuh. Meskipun di jadwal seharusnya bukan beliau yang menjadi penceramah. Pantas saja saya melihat wajah yang cukup familiar di shaf terdepan. Yaitu wajah dua orang dosen di kampus saya, yaitu pak Prof.Adi Soesanto, dan pak Sasongko (meskipun belum pernah diajar beliau-red). Sepertinya pak menteri dengan Prof.Adi sudah saling mengenal. Ini hanya dugaan saya. Dan, diumumkan juga bahwasanya nanti ba’da sholat tarawih akan ada dialog bersama Menkominfo.

Ba’da sholat tarawih,  dimulai lah dialog antara Menkominfo dengan jama’ah sholat isya’ dan tarawih masjid kampus UGM. Pada dialog ini, jama’ah dipersilakan untuk menyampaikan aspirasinya maupun uneg-unegnya kepada pemerintah. Bisa tentang elpiji, korupsi, anggaran pendidikan 20% dari APBN, maupun yang lainnya.

Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh para jama’ah untuk bertanya maupun sekedar menyampaikan uneg-uneg. Ada yang menanyakan tentang masalah penentuan awal Ramadhan maupun nanti awal Syawal, masalah elpiji (BBM), korupsi, pendidikan, cyber crimes dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut