MUKJIZAT ISRA’ MI’RAJ

masjidil-aqsa

Isra’ adalah perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Al-Quds. Mi’raj ialah kenaikan Rasulullah SAW menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluk, malaikat, manusia, dan jin. Semua itu ditempuh dalam semalam.

Terjadi silang pendapat tentang terjadinya mukjizat ini. Apakah pada tahun ke-10 kenabian ataukah sesudahnya? Baca lebih lanjut

HARGA SEGELAS AIR

Gambar

Banyak diantara kita yang tidak menghargai air. Kita sering kali tidak menggunakannya secara baik. Padahal berwudhu di samudra yang luas sekalipun tidak boleh melebihi kadar yang ditetapkan. Memang, bagi kita di Indonesia, air bagaikan tanpa harga. Tetapi di Timur Tengah harganya cukup mahal, dan tidak jarang melebihi harga bensin.

Tahukah Anda berapa nilai segelas air di sisi Harun Al-Rasyid, penguasa Dinasti Abbasiyah (766-809 M), yang pada masanya dinilai sebagai bagian dari masa keemasan Islam? Atau di sisi Umar bin Khaththab r.a.? atau bahkan di sisi Tuhan? Di balik kisah berikut ini terkandung pelajaran yang sangat berharga dalam kaitannya dengan penggunaan air. Baca lebih lanjut

Keajaiban Basmalah

Syaikh Muhammad As-Sanwani, Grand Syaikh Al-Azhar Mesir yang ke-13, dalam kitabnya yang bernama “Hasyiyah Ala Mukhtashar Ibnu Jamrah” yang berisi penjelasan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari, menulis beberapa kisah nyata tentang keajaiban basmalah.

Diantaranya, beliau menuturkan, Baca lebih lanjut

Sosok Pemimpin nan Tegas dan Bijaksana

Oleh: K.H. Didin Hafidhuddin

Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita.

Kasus Ahmadiyah sebagai contoh, hingga saat ini, masih menjadi duri dalam daging sehingga selalu menimbulkan gejolak horizontal di tengah-tengah masyarakat. Padahal, akar permasalahan Ahmadiyah ini Baca lebih lanjut

Bumi dan Ibu Manusia

Sesuai hikmahNya, Dia menciptakan bumi dengan berbagai variasi bentuk. Ada yang datar, berlumpur, gunung-gunung, dan berpasir. Masing-masing bentuk punya faedah tertentu. Kondisi bumi yang seperti itu, konsekuensinya dia seperti ibu. Di dalam perutnya, bumi mengandung semua jenis anak. Kemudian mengeluarkan untuk manusia dan hewan apa-apa yang diizinkan oleh Tuhannya untuk dikeluarkan, baik mereka ketahui maupun tidak.

Kemudian Alloh subhanahu wa ta’ala mengembalikan yang dikeluarkan itu ke dalam perutnya lagi. Alloh menjadikan permukaan bumi sebagai tempat berkumpulnya makhluk yang masih hidup, dan menjadikan perut bumi tempat berkumpul mereka setelah mati. Apabila telah tiba saat yang dijanjikan, dan kehamilan telah memberatkannya, Tuhan berwahyu kepadanya untuk melahirkan dan mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung. Ia mengeluarkan manusia dari perutnya dan berkata,

“Tuhanku, inilah yang Kau titipkan kepadaKu.”

Dia mengeluarkan simpanannya dengan izin Tuhan, lalu menceritakan beritanya dan menjadi saksi atas perbuatan baik dan buruk anak-anaknya. Demikian yang tertera dalam surah al-Zalzalah.

[Sumber: Kunci Kebahagiaan, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]