HARGA SEGELAS AIR

Gambar

Banyak diantara kita yang tidak menghargai air. Kita sering kali tidak menggunakannya secara baik. Padahal berwudhu di samudra yang luas sekalipun tidak boleh melebihi kadar yang ditetapkan. Memang, bagi kita di Indonesia, air bagaikan tanpa harga. Tetapi di Timur Tengah harganya cukup mahal, dan tidak jarang melebihi harga bensin.

Tahukah Anda berapa nilai segelas air di sisi Harun Al-Rasyid, penguasa Dinasti Abbasiyah (766-809 M), yang pada masanya dinilai sebagai bagian dari masa keemasan Islam? Atau di sisi Umar bin Khaththab r.a.? atau bahkan di sisi Tuhan? Di balik kisah berikut ini terkandung pelajaran yang sangat berharga dalam kaitannya dengan penggunaan air. Baca lebih lanjut

Sosok Pemimpin nan Tegas dan Bijaksana

Oleh: K.H. Didin Hafidhuddin

Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita.

Kasus Ahmadiyah sebagai contoh, hingga saat ini, masih menjadi duri dalam daging sehingga selalu menimbulkan gejolak horizontal di tengah-tengah masyarakat. Padahal, akar permasalahan Ahmadiyah ini Baca lebih lanjut

valentine vs PALESTINE

love-38-gmrenwq9sc-1600x1200

Tulisan itulah yang saya baca siang tadi, di salah satu papan informasi di sayap utara masjid kampus UGM, selepas sholat Jum’at. Menginspirasikan saya untuk menjadikan judul postingan kali ini.

Bila kita bicara soal valentine, maka akan sangat erat sekali dengan kata cinta. Identik! Biasanya cinta antara dua sejoli yang dimabuk asmara. Mudah sekali untuk melafalkan kata cinta. Tanpa pikir panjang, sebuah ketertarikan dan rasa suka akan segera menggerakkan lidah ini untuk melafalkan kalimat, Baca lebih lanjut

Pahlawan Neraka

islam-pedang1

Suatu hari telah terjadi petempuran antara kaum Muslimin dengan kaum Musyrikin. Kedua belah kubu berjuang dengan hebat untuk dapat saling mengalahkan antara satu sama lain. Kemudian tiba masanya pertempuran tersebut diberhentikan sementara dan kedua belah kubu pulang ke markasnya masing-masing.

Di kubu kaum Muslimin, Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat telah berkumpul untuk membincangkan (evaluasi-red) tentang pertempuran yang baru saja berlangsung tadi. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang dalam pikiran. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka, yaitu Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia tampak bagaikan seekor singa lapar menerkam mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia menjadi buah bibir saat itu.

Baca lebih lanjut