Sosok Pemimpin nan Tegas dan Bijaksana

Oleh: K.H. Didin Hafidhuddin

Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita.

Kasus Ahmadiyah sebagai contoh, hingga saat ini, masih menjadi duri dalam daging sehingga selalu menimbulkan gejolak horizontal di tengah-tengah masyarakat. Padahal, akar permasalahan Ahmadiyah ini Baca lebih lanjut

Mencontek dan Contoh Pejabat Anti Korupsi

Baca berita di media indonesia, bahwasanya mahasiswa ITB yang mencontek akan dijatuhi sanksi ‘DO’.

Penerapan sanksi tegas tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB 2009 yang diikuti 175 pengurus pusat, seperti Badan Penasehat, Badan Pengawas, Utusan Cabang Fakultas dan Cabang Daerah, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1).

Ketua IOM-ITB Akmasj Rahman mengatakan sanksi tegas dari rektorat itu sangat mendidik, agar mereka bersikap jujur. “Kami, selaku orang tua sangat setuju dengan sanksi itu, karena mencontek merupakan bibit awal korupsi. Namun, sanksi ini harus diberlakukan dengan adil,” ujarnya.

Mencontek merupakan bibit awal korupsi. Ada kisah, seorang kakek yang berusia 60-an. Pada zamannya dahulu, apabila ada anak yang ketahuan mencontek, maka anak tersebut bisa tidak masuk sekolah selama 1 minggu. Karena malu akan aibnya sendiri.

Tapi saat ini, anak-anak zaman sekarang, setelah selesai mengerjakan soal-soal ujian, mereka malah membicarakan teknik-teknik mencontek yang mereka lakukan. Ini berarti, lisan sudah digunakan untuk melakukan kemunkaran. Bayangpun!

Nah, ngomong-ngomong soal korupsi, saya jadi ingat dengan kisah pejabat anti korupsi. Begini kisahnya…

Baca lebih lanjut

Minta yang BIRU, jangan yang MERAH

Sebelumnya, informasi pada postingan kali ini saya dapatkan dari milis tetangga. Bagi yang sudah pernah membacanya, anggap saja anda sedang mereview ulang. :mrgreen: Semoga bermanfaat!

^_^

200137554-001

Dikisahkan, seorang polisi menilang sebuah taksi yang kebetulan sedang mengangkut penumpang. Dari penumpang taksi inilah kisah ini dituturkan. Menurut si penumpang, ada dialog antara polisi dengan sang sopir taksi yang sempat diingatnya. Kira-kira sbb:

Baca lebih lanjut

Obrolan Angkringan

Kamis malam lalu, saya kembali makan di angkringan. Dah lama juga gak “ngangkring” lagi. Rasanya rindu menikmati sega kucing (mulai dari nasi+teri or nasi+sambal thok), berbagai macam makanan (gorengan pisang, tahu, tempe, bakwan, baceman, sate usus, sate telur puyuh, kepala, ceker, dll), aneka minuman (teh, jeruk, kopi, jahe, susu, maupun kombinasi kesemuanya baik panas, anget, dingin, dll), dan sebagainya. Emang sih, angkringan identik dengan makan yang murah meriah. Meskipun, nyatanya, sekarang harganya dah gak jauh beda kalo kita makan di warung. Kalo dulu, mungkin iya, agak lebih murah dibanding warung makan. Tapi, mungkin masih ada juga angkringan yang murah meriah.

Tapi, angkringan malam itu, tidak canggih. Canggih disini maksudnya, gak ada fasilitas hotspotnya. Baca lebih lanjut