Sosok Pemimpin nan Tegas dan Bijaksana

Oleh: K.H. Didin Hafidhuddin

Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita.

Kasus Ahmadiyah sebagai contoh, hingga saat ini, masih menjadi duri dalam daging sehingga selalu menimbulkan gejolak horizontal di tengah-tengah masyarakat. Padahal, akar permasalahan Ahmadiyah ini Baca lebih lanjut

Iklan

Secuil Kondisi Pendidikan Tanah Air

Hari ke-5 Ramadhan (04/09), saya menyengaja untuk melaksanakan sholat isya’dan tarawih di masjid kampus UGM. Dan kebetulan yang menjadi penceramah tarawih adalah Menteri Komunikasi dan Informasi, yang mantan rektor ITS, Bapak Muhammad Nuh. Meskipun di jadwal seharusnya bukan beliau yang menjadi penceramah. Pantas saja saya melihat wajah yang cukup familiar di shaf terdepan. Yaitu wajah dua orang dosen di kampus saya, yaitu pak Prof.Adi Soesanto, dan pak Sasongko (meskipun belum pernah diajar beliau-red). Sepertinya pak menteri dengan Prof.Adi sudah saling mengenal. Ini hanya dugaan saya. Dan, diumumkan juga bahwasanya nanti ba’da sholat tarawih akan ada dialog bersama Menkominfo.

Ba’da sholat tarawih,  dimulai lah dialog antara Menkominfo dengan jama’ah sholat isya’ dan tarawih masjid kampus UGM. Pada dialog ini, jama’ah dipersilakan untuk menyampaikan aspirasinya maupun uneg-unegnya kepada pemerintah. Bisa tentang elpiji, korupsi, anggaran pendidikan 20% dari APBN, maupun yang lainnya.

Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh para jama’ah untuk bertanya maupun sekedar menyampaikan uneg-uneg. Ada yang menanyakan tentang masalah penentuan awal Ramadhan maupun nanti awal Syawal, masalah elpiji (BBM), korupsi, pendidikan, cyber crimes dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut