Laku Anak

Ada seorang anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Hari itu mamanya mendaftarkannya ke Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPA) untuk belajar Al-Qur`an. Anak ini senang sekali bisa ikut TPA. Beberapa hari kemudian sang anak mengajukan permintaan kepada mamanya,

“Ma, aku ingin seperti bu guru. Aku ingin pakai jilbab seperti bu guru.”

“Jangan nak,” jawab mamanya, “Kamu jangan pakai jilbab. Kamu belajar ngaji saja, jangan ikut-ikutan pakai jilbab.”

Baca lebih lanjut

Bumi dan Ibu Manusia

Sesuai hikmahNya, Dia menciptakan bumi dengan berbagai variasi bentuk. Ada yang datar, berlumpur, gunung-gunung, dan berpasir. Masing-masing bentuk punya faedah tertentu. Kondisi bumi yang seperti itu, konsekuensinya dia seperti ibu. Di dalam perutnya, bumi mengandung semua jenis anak. Kemudian mengeluarkan untuk manusia dan hewan apa-apa yang diizinkan oleh Tuhannya untuk dikeluarkan, baik mereka ketahui maupun tidak.

Kemudian Alloh subhanahu wa ta’ala mengembalikan yang dikeluarkan itu ke dalam perutnya lagi. Alloh menjadikan permukaan bumi sebagai tempat berkumpulnya makhluk yang masih hidup, dan menjadikan perut bumi tempat berkumpul mereka setelah mati. Apabila telah tiba saat yang dijanjikan, dan kehamilan telah memberatkannya, Tuhan berwahyu kepadanya untuk melahirkan dan mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung. Ia mengeluarkan manusia dari perutnya dan berkata,

“Tuhanku, inilah yang Kau titipkan kepadaKu.”

Dia mengeluarkan simpanannya dengan izin Tuhan, lalu menceritakan beritanya dan menjadi saksi atas perbuatan baik dan buruk anak-anaknya. Demikian yang tertera dalam surah al-Zalzalah.

[Sumber: Kunci Kebahagiaan, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]

Mencontek dan Contoh Pejabat Anti Korupsi

Baca berita di media indonesia, bahwasanya mahasiswa ITB yang mencontek akan dijatuhi sanksi ‘DO’.

Penerapan sanksi tegas tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB 2009 yang diikuti 175 pengurus pusat, seperti Badan Penasehat, Badan Pengawas, Utusan Cabang Fakultas dan Cabang Daerah, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1).

Ketua IOM-ITB Akmasj Rahman mengatakan sanksi tegas dari rektorat itu sangat mendidik, agar mereka bersikap jujur. “Kami, selaku orang tua sangat setuju dengan sanksi itu, karena mencontek merupakan bibit awal korupsi. Namun, sanksi ini harus diberlakukan dengan adil,” ujarnya.

Mencontek merupakan bibit awal korupsi. Ada kisah, seorang kakek yang berusia 60-an. Pada zamannya dahulu, apabila ada anak yang ketahuan mencontek, maka anak tersebut bisa tidak masuk sekolah selama 1 minggu. Karena malu akan aibnya sendiri.

Tapi saat ini, anak-anak zaman sekarang, setelah selesai mengerjakan soal-soal ujian, mereka malah membicarakan teknik-teknik mencontek yang mereka lakukan. Ini berarti, lisan sudah digunakan untuk melakukan kemunkaran. Bayangpun!

Nah, ngomong-ngomong soal korupsi, saya jadi ingat dengan kisah pejabat anti korupsi. Begini kisahnya…

Baca lebih lanjut