Diposkan pada IBSN, ISLAM

valentine vs PALESTINE

love-38-gmrenwq9sc-1600x1200

Tulisan itulah yang saya baca siang tadi, di salah satu papan informasi di sayap utara masjid kampus UGM, selepas sholat Jum’at. Menginspirasikan saya untuk menjadikan judul postingan kali ini.

Bila kita bicara soal valentine, maka akan sangat erat sekali dengan kata cinta. Identik! Biasanya cinta antara dua sejoli yang dimabuk asmara. Mudah sekali untuk melafalkan kata cinta. Tanpa pikir panjang, sebuah ketertarikan dan rasa suka akan segera menggerakkan lidah ini untuk melafalkan kalimat, Lanjutkan membaca “valentine vs PALESTINE”

Diposkan pada IBSN, ISLAM, my story

Jerat-jerat Setan dalam Dunia Niaga

Sedikit yang menyadari

bahwa godaan dunia dengan segala kegemerlapannya itu jauh lebih berat,

bahkan dari siksaan kemiskinan yang paling mencekik leher sekalipun.

Bulan lalu, saya sempat menonton tayangan ‘telusur’ di salah satu tipi swasta di republik ini. Stasiun tipi yang punya ‘ikon animasi’ dalam setiap pemberitaannya, bang one. Ikon yang digambarkan sebagai sosok lelaki STW (setengah tuwa), en berkacamata. Yang menurut saya, bang one itu (sekilas) malah mirip pak Karni Ilyas, redaktur di tipi swasta tersebut. CMIIW. :mrgreen:

Episode-nya waktu itu menelusuri tentang cincau abal-abal dan durian suntik. Lanjutkan membaca “Jerat-jerat Setan dalam Dunia Niaga”

Diposkan pada education, intermezzo, jokes

Mencontek dan Contoh Pejabat Anti Korupsi

Baca berita di media indonesia, bahwasanya mahasiswa ITB yang mencontek akan dijatuhi sanksi ‘DO’.

Penerapan sanksi tegas tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB 2009 yang diikuti 175 pengurus pusat, seperti Badan Penasehat, Badan Pengawas, Utusan Cabang Fakultas dan Cabang Daerah, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1).

Ketua IOM-ITB Akmasj Rahman mengatakan sanksi tegas dari rektorat itu sangat mendidik, agar mereka bersikap jujur. “Kami, selaku orang tua sangat setuju dengan sanksi itu, karena mencontek merupakan bibit awal korupsi. Namun, sanksi ini harus diberlakukan dengan adil,” ujarnya.

Mencontek merupakan bibit awal korupsi. Ada kisah, seorang kakek yang berusia 60-an. Pada zamannya dahulu, apabila ada anak yang ketahuan mencontek, maka anak tersebut bisa tidak masuk sekolah selama 1 minggu. Karena malu akan aibnya sendiri.

Tapi saat ini, anak-anak zaman sekarang, setelah selesai mengerjakan soal-soal ujian, mereka malah membicarakan teknik-teknik mencontek yang mereka lakukan. Ini berarti, lisan sudah digunakan untuk melakukan kemunkaran. Bayangpun!

Nah, ngomong-ngomong soal korupsi, saya jadi ingat dengan kisah pejabat anti korupsi. Begini kisahnya…

Lanjutkan membaca “Mencontek dan Contoh Pejabat Anti Korupsi”