Jerat-jerat Setan dalam Dunia Niaga

Sedikit yang menyadari

bahwa godaan dunia dengan segala kegemerlapannya itu jauh lebih berat,

bahkan dari siksaan kemiskinan yang paling mencekik leher sekalipun.

Bulan lalu, saya sempat menonton tayangan ‘telusur’ di salah satu tipi swasta di republik ini. Stasiun tipi yang punya ‘ikon animasi’ dalam setiap pemberitaannya, bang one. Ikon yang digambarkan sebagai sosok lelaki STW (setengah tuwa), en berkacamata. Yang menurut saya, bang one itu (sekilas) malah mirip pak Karni Ilyas, redaktur di tipi swasta tersebut. CMIIW. :mrgreen:

Episode-nya waktu itu menelusuri tentang cincau abal-abal dan durian suntik. Ternyata kawan, cincau itu pun ada juga yang abal-abal. Dan ironisnya, cincau abal-abal itu (biasanya) dikonsumsi sebagai jajanan untuk anak-anak sekolah. Wah-wah-wah… *jadi teringat jaman sekolah dulu, saya pun pernah membeli es cincau ini sebagai pelepas dahaga

Cincau abal-abal ini dibuat dari campuran bahan-bahan yang biasanya dibuat untuk bedak (kosmetik). Bayangpun! Bahan untuk bedak, tapi kali ini dicampur dan diramu sebagai bahan untuk pembuatan makanan. Kacau nih pedagang. Dan menurut penelitian, bila cincau abal-abal ini dikonsumsi, dapat mengakibatkan diare dan gangguan pada ginjal.

Berikutnya, tentang durian suntik. ‘Menyulap’ durian yang mentah menjadi matang dalam tempo semalam. *jadi inget kisah Roro Jonggrang* Hebat bukan buatan! Caranya, oknum pedagang durian yang curang ini, menyuntikkan cairan ke dalam durian yang masih mentah, dan dipaksakan untuk matang. Entah mengandung ‘ramuan ajaib’ apa cairan ini, hingga bisa demikian hebatnya. Saya lupa tepatnya. Jelas saja rasanya sangat jauh berbeda dengan durian yang matang dari pohon.

Menarik membahas tentang fenomena oknum pedagang yang curang ini. Yang menghalalkan segala cara, yang penting dapur tetap mengepul. Laris manis tanjung kimpul, dagangan habis uang terkumpul.

Benar kata orang. Berdagang di jaman sekarang ini ibarat berlari-lari di sekitar perangkap-perangkap setan. Siapa pun yang lengah atau teledor, akan terjebak di dalamnya. Bisa jadi, semenjak dahulu dunia niaga memang sudah dipenuhi trik-trik setan. Tapi jaman sekarang ini fasilitas serba canggih. Segala yang sulit diusahakan, kini bisa begitu mudah disulap menjadi kenyataan. Termasuk bagaimana menipu dan memperdaya orang lain secara cepat dan meyakinkan, agar bisnis tetap lancar dan menguntungkan. Resiko ketahuan juga menjadi sangat kecil. Sehingga jerat-jerat setan menjadi semakin kuat daya jeratnya.

Sedari awal, setan sudah mengumandangkan tantangannya semenjak ia diusir dari langit.

Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMU yang ikhlas di antara mereka.” [Shad: 82-83]

Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia, tak ubahnya aliran darah.” [Hadits shahih, riwayat Bukhari II: 717]

Manusia itu tempatnya alpa dan khilaf, yang menyebabkan manusia itu seringkali tidak sadar bila telah ditipu oleh setan. Sebenarnya memang ada kok orang yang baru sadar sesudah sampai di akhirat. Sesal kemudian tiada berguna. Nasib sudah menjadi bubur.

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengabil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).” [Al-Furqaan: 27-28]

Kata fulan bisa berarti setan atau orang yang menyesatkannya di dunia. Sesal ini hanya akan menggigit jari kenestapaan. Bukankah kita tidak perlu menunggu penyesalan abadi itu datang khan? Bukankah lebih baik menyesal hari ini ketika lautan taubat masih tak bertepi? So… berdaganglah secara jantan jujur! 🙂

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh kalian. Karena sesungguhnya setan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” [Fathir: 6]

Sekali lagi, mari kita katakan dengan lantang,

“Hai setan, engkau musuhku! Selamanya!” 👿

* * *

Berjualan berarti berinteraksi dengan orang banyak. Orang-orang dengan berbagai macam tipikal, pikiran, kebiasaan, dan keunikan-keunikan lainnya. Melihat manusia-manusia jaman sekarang, terkadang sulit untuk menebak isi otak seseorang. *Apa sih maunya tuh orang?? Sehingga kejahatan dapat terjadi dari arah, pada situasi, dalam kondisi yang tidak disangka-sangka. Antara kewarasan dan kegilaan terkadang nyaris tak ada garis pemisah. So, waspadalah!

“Seorang pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan dikumpulkan bersama para nabi, para shiddiq dan orang-orang yang mati syahid…..” [Hadits riwayat At-Tirmidzi 1209, juga oleh Ad-Daarimi 2542, dan Al-Hakim]

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini sungguh mukjizat. Coba kita renungi kawan! Seorang pedagang dikatakan bisa bersanding dengan para Nabi, orang-orang yang jujur (shiddiq), dan para syuhada? Benar! Dahsyat bukan. Bersyukurlah kau kawan yang saat ini berprofesi sebagai pedagang. 🙂 Di akhirat nanti, kau bisa berkumpul bersama para nabi, para shiddiqien, dan para syuhada. Syaratnya gampang, hanya jujur dan amanah.

Yen tak pikir-pikir, betapa rumitnya menjadi pedagang yang tulus en jujur terutama di jaman sekarang ini. Betapa masih ada saja para (oknum) pedagang yang masih melakukan tindakan kecurangan.

Btw, emang sulit ya untuk menjadi pedagang jujur itu? 🙄 Jerat-jerat setan senantiasa menghampiri. Sehingga timbul keraguan, bimbang, kecemasan, pesimisme, rasa rendah diri, gelisah memikirkan masa depan, yang semuanya itu adalah cara setan untuk menghalangi kita dari ketaatan kepada Alloh.

Setannya pun tak cuma dari golongan jin, bisa juga manusia yang berkomentar,

“Kalo mo jujur, kapan mo cepet kaya??”

“Udah.. gpp… pedagang yang lain juga rata-rata pada begini juga kok.”

Atau bisa juga,Sok ‘alim nih ye!”

Kita balas aja, “Biarin! Daripada sok bejat? Ya nggak?” :mrgreen:

Iklan

23 thoughts on “Jerat-jerat Setan dalam Dunia Niaga

  1. iya,,bisnis jaman sekarang memang cukup nakutin
    ndak di indonesia, ndak di china,,,banyak yang begitu 😦

    serem ya ❓ 🙄
    tapi dunia bisnis tetap menggiurkan.

    Di china jg tho? Ada datanya ni? Or spt postingan di blogmu yg ttg produk2 asal china itu ya… 🙂
    *mikir

  2. Satu faktor yang membuat para pedagang berbuat menghalalkan segala cara adalah ‘takut’. Oknum pedagang itu takut mereka tidak mampu berkompetisi dan tidak mampu mendapatkan uang dari dagangan mereka. Rasa takut yang muncul karena mereka tidak meyakini sang Maha Pemberi Rizqi-lah yang akan mencukupi mereka jika seandainya mereka jujur.

    Hampir di semua bidang banyak sekali oknum pedagang licik dan culas seperti dalam cerita diatas, mulai dari mengurangi timbangan, berbohong ‘sedikit’ tentang kualitas barang dagangannya dll. Dan mungkin sangat sedikit pedagang yang benar-benar jujur sekarang ini. Perlu juga mungkin slogan ‘Jadilah pedagang yang idealis’, bukan cuma politikus saja yang idealis 🙂

    seharusnya mereka jg takut bahwa ada yg senantiasa MENGAWASI tindak-tanduk mereka dan dimintai pertanggung-jawaban.

    Slogannya boleh jg tuh. Idealis realis kali ya. 🙂

  3. kok tega sih mereka…

    ngasih makan keluarga dari hasil kerjaan akal2an ky gt.

    wanda sy mas, wa ndak tau kok bs setega itu…

    Kalo rezeki yg didapat barokah, khan bs membawa berkah tuk keluarga. Bkn begitu mas? Misalnya saja, bila sesuap nasi yg diberikan tuk anak diperoleh secara barokah, (mungkin) sang anak kelak bs menjadi anak yg cerdas, pandai (coz makanan yg masup ke tubuh si anak dr rezeki yg halal). Apatah lagi bisa hafidz qur’an. Subhanallah. Pasti membawa berkah bagi keluarga. 🙂

  4. Ngeri jadinya

    Makanya kalau pedagang jujur dan adil itu kan mendapat posisi spesial di syurga

    betul ga akh 🙂

    betul kang!

    Mie jandanya gimana kang? Laris dong… 🙂

  5. iyahh..serin9 ban9ed tuch,ada ju9a yan9 nepu timban9anna..
    yakh resiko mreka yan9 tan99un9 dech..

    meski sb9i pembeli serin9 kali teraniaya..

    serin9 teraniaya ya mbak? Banyak berdo’a aja kalo 9itu, khan do’a or9-or9 teraniaya makbul. Do’a y9 baik tentunya. Dido’akan a9ar y9 menipu qt sadar atas kesalahannya en diberi rezeki y9 b’limpah. Amiin.

    padahal pembeli adalah raja khan!? Tapi raja pun (kadan9) berani mereka tipu 🙂

    9ak lapor ke YLKI aja niy?

  6. kalo semuanya udah “fake” gimana nyari yg original yah??
    jaman sekarang mah uda susa bgt,,,,

    *mikir

    susah y…

    Asal tau ciri2 brg original (mungkin) gampang membedakan dg barang tiruannya. Tp ada jg loh penjual yg memberi tahu/menawarkannya kpd konsumen,
    “Mau barang yg ‘bagus dalem’ or ‘bagus luar’?”

    see… ‘Barang bagus’ aja masih suruh milih, mo buatan lokal or manca. Jd pilihan en resiko ada di tangan konsumen kali ye. 🙂

  7. أحسنت بارك الله فيك

    wa fiyka barakallah.

    Apa kabar akh Mudha? Kabarnya dah pindah kos ya, dah gk d samping masjid Al-Ashri lagi? Pindah kemana?

  8. hare gene emang makin banyak orang gak peduli halal haram sih…..
    neraka gak bikin takut….
    ketutup ama hal-hal pragmatis…..
    dasar manusia akhir zaman…..
    gak sadar kalau hidup cuman ‘sekedar’ beberapa tahun, lalu ditinggalkan buat yang gak abis-abis disana…..

    bener banget pak. Wong ki menungso. Kabeh itu semua. (halah).

    Tanda2 akhir zaman makin tampak jelas. Org yg ‘benar’ malah tampak asing.

  9. Astagfirullah….begitulah dunia, kadang kita lupa bahwa hidup ini cuma sementara, halal haram sudah tidak mereka pedulikan lagi, NAuzubillah… semoga mereka semua menfapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah SWT, AMIN.
    setan enyahlah kau,!!

    Allohumma amiin. Semoga.

    Setan akan selalu menjadi musuh manusia. 🙂

  10. kacau … tega bener … ck ck ck

    *geleng2
    kacau beliau balau.

    Teganya..teganya..teganya. Makin mendekati kehancuran, dunia makin kacau aja ya mas.

  11. namanya dunia haduhhh
    semoga tak fikirkan dunia sahaja
    tapi akhirat selalu di hati..itu yang kekal

    sepakat ka’!

    Ibarat pengembara dg akhirat sbg tujuan akhirnya, maka dunia hanyalah sbg persinggahan sementara, tempat transit saja. 🙂

  12. ko ada ya yg tega bikin makanan begituan? *sedih*

    😦 kalo udah menyangkut masalah perut (duit), t’kadang membuat seseorang jd gelap mata. Segala cara dihalalkan, yg penting perut kenyang. Fiuh…

  13. wah jujur itu mang susah,
    bukan hanya pedagang keknya di semua bidang kita di tuntut untuk jujur dan itu sangat2 susah.

    mang susah kalau udah menghalal kan segala cara untuk mendapatkan uang, bukannya hidup sudah susah tapi knapa juga di bikin makin susah?

    tapi jualan itu juga nggak gampang apalagi kalau di tuntut oleh perekonomian yang gak mendukung, banyak yang mencari jalan pintas meraih keuntungan dengan menipu dalam berdagang.

    saya hanya bisa sedih dan tak berani menyalahkan.

    jadi semua salah gue…salah temen-temen gue… :mrgreen: halah!
    Mari qt saling instropeksi aja.

    Dlm berniaga bkn hanya sekedar mencari untung tp niatnya jg dlm rangka ibadah kpdNYA. Paling tdk, dlm bermu’amalah ini, qt dpt saling membantu org lain utk memenuhi kebutuhannya.

  14. kpn “ap-det” lg??? di tunggu,,,,,,,,

    ‘sit beauty’…ya mbak. Dah ambil no.tunggu khan!? 😀

    btw, sabar berbuah manis loh.

  15. Setiap Umat ada Ujiannya, dan Ujian Umat Rasulullah Sholallahu “Alaihi Wassalam adalah Duit, Harga, Mal………………. :((

    maksudnya gmn nih mas? Blm ngerti sy!?

    Manusia jd lebih konsumtif, gitukah?

  16. wajar bila sekarang orang diusia muda sudah terkena berbagai penyakit karena kita semua ditelikung oleh makanan kimia semua, seharusnya pemerintah menagkap dan mengadili para pelakunya….dan yang penting aparat hukum JANGAN MAU DINEGO

    iya nih om. Kesehatan khan mahal.

    Itu jg yg mjd kelemahan aparat hukum, mudah dinego. Harusnya ZERO TOLERANCE. 🙂

  17. Setan bersumpah akan menggoda semua anak Adam utk mengikuti jejaknya dijebloskan ke dalam neraka…kecuali orang yg ikhlas.

    semoga qt t’masuk hamba-hambaNYA yg senantiasa b’syukur.

  18. iyaah mas, mental pedagang itu kali sekedar gimana dapat untung gede dengan cepet, ga mikir lebih jauh…

    bagi mereka, “kalo kena penyakit ya masalah pembeli. Emang gw pikirin.” 😦

  19. alhamdulillah saya ga securang itu dalam berdagang di tokoeasy.blogdetik.com 🙂

    oh ya syukur. Seorang disko-gadis toko-harus jujur dong.

    btw, di sela2 kasih komentar, masih aja usaha… beriklan. :mrgreen: semoga barakah dagangannya bu.

  20. Begitulah… Karena itu.. sebenarnya sebagai seorang muslim.. mata pencaharian yang tepat adalah berniaga.. dengan demikian, bersamaan dengan mencari nafkah.. kita dapat berdakwah.. Dakwah yang nyata… mencontohkan sikap dan prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari.. dari kejujurannya, ketekunannya, kesabarannya, silahturaminya, strategi hidup, mengatur keuangan, membuat sebuah jenjang pencapaian yang meningkat secara bertahap… hingga keimanan kita.. yang tak akan ditukar dengan.. dunia seisinya… insya Allah….

    Masih… mau berdagang kan???? Alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s