Perpisahan yang Tak Bisa Dihindarkan

Minggu siang.

“Assalamu’alaykum”

“Wa’alaykumussalam warahmatullahi”

“Yog…lagi dimana?”

“Neng omah Den. Neng Yojo. Ana opo?”

“Yog, aku minta do’anya ya. Aku baru saja tertimpa musibah.”

“Ha…? Musibah apa Den?”

“Donga’ke ae agar aku bisa sabar. Coz, tadi pagi ibuku baru saja meninggal dunia.”

“Inna lillahi wa inna ‘ilaihi raji’un. Sekarang kowe nengdi?”

“Aku di rumah, di Jogja. Tapi, nanti akan dimakamkan di Salatiga………….”

Percakapan pun terputus. Karena baterai ponsel saya habis. Argggghhh!

Itulah awal mula saya dengar berita kematian Ibunda sahabat saya ini, Deni, langsung darinya. Bingung. Timbul pertanyaan menggelayut di kepala, “Masa sih?”. Sebab begitu mendadak. Saya tidak pernah mendapat kabar bahwasanya ibundanya sedang sakit. Ah, memang kematian merupakan misteri ilahi, kita tak kan sanggup mengetahuinya kapan kematian akan menjemput. Tidak dapat dimajukan apalagi dimundurkan. Sudah tertulis dalam Lauhful Mahfudz. Bukankah kita pun sedang menunggu malaikat pencabut nyawa, bilamana ajal menjemput?

Sabar ya Den. Semoga Alloh memilih tempat terindah untuknya, untuk Ibu, untuk Emak (sebagaimana kau biasa memanggilnya Den). Setelah penjelasanmu via telepon sore itu, saya paham kau pun pasti merasa sangat kehilangan beliau. Bagaimanapun kita adalah titipan-Nya. Bila Si Empunya meminta, tentu kita pun tak dapat menolak. Sebagaimana Dia juga mengambil sahabat kita, Ngisa, terdahulu khan Den. Sudah tiba saatnya.

Perpisahan memang menyakitkan. Tetapi niscaya. Dan kadang berakhir indah. Pada beberapa hal, keindahan itu juga niscaya. Seperti perpisahan seorang mukmin dengan dunia. Ia menuju surga. Seperti perpisahan para pentaubat dengan ma’shiatnya. Ia menghapus dosa. Seperti perpisahan seorang pengikrar syahadat dengan jahiliah, ia membangun sebuah kehidupan baru. [Salim A. Fillah-Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim]

hint-love-20-e80qm5l46l-1024x768

Saya jadi teringat dengan mama. Dulu, saya sempat juga membayangkan bilamana nanti saya ditinggalkan mama. Saya pasti akan sedih dan merasa kehilangan. Pasti! Sebab, saat itu mama akan melaksanakan operasi pengeluaran kista di rahimnya. Resah dan gelisah berkecamuk di dada. Do’a senantiasa saya panjatkan ke hadirat-Nya, agar operasi berjalan lancar. Tapi, untuk operasi yang kedua ini, saya tidak dapat menemaninya di Jakarta, coz saya sedang persiapan untuk mengikuti lomba geMasTIK 2008 di Bandung. Dan Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan beliau saat ini masih diberi kesehatan.

Saya jadi teringat pesan DR. ’Aidh al-Qarni dalam karya fenomenalnya Laa Tahzan,

Kini, sudah tiba waktu Anda untuk memandang diri Anda mulia bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba pula waktu Anda untuk menyadari bahwasanya kehidupan di dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Di pagi hari, istana-istana kehidupan penuh sesak dengan penghuninya, namun menjelang senja istana-istana itu ambruk menjadi reruntuhan. Mungkin saat ini kekuatan masih prima, badan masih sehat, harta melimpah, dan keturunan banyak jumlahnya. Namun dalam hitungan hari saja semuanya bisa berubah: jatuh miskin, kematian datang secara tiba-tiba, perpisahan yang tak dapat dihindarkan, dan sakit yang tiba-tiba menyerang.

Sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebagaimana kesiapan seekor unta berpengalaman yang akan mengiringi Anda menyeberangi padang sahara. Bandingkan penderitaan Anda dengan penderitaan orang-orang di sekitar Anda dan orang-orang sebelum Anda, niscaya Anda akan sadar bahwa Anda sebenarnya lebih beruntung dibanding mereka. Bahkan, Anda akan merasakan bahwa penderitaan Anda itu hanyalah duri-duri kecil yang tak ada artinya. Maka, panjatkan segala pujian kepada Alloh atas semua kebaikan-Nya itu, bersyukurlah kepada-Nya atas semua yang diberikan kepada Anda, bersabarlah atas semua yang diambil-Nya, dan yakinilah kemuliaan Anda bersama orang-orang menderita di sekitar Anda.

Iklan

24 thoughts on “Perpisahan yang Tak Bisa Dihindarkan

  1. dua sahabat saya juga telah pergi keharibaannya 😦 sama Akh Yog, waktu ibu saya sakit keras saya juga amat takut kehilangan belio. bagi saya belio seperti air. sumber kehidupan I love you mom 😥

    Ada pahala bagi orang yg bersabar dan mengharap pahala karena kematian orang yg dicintainya. Sebagaimana disebutkan dlm hadits Qudsi riwayat al-Bukhari, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Alloh Ta’ala berfirman, ‘Tidak ada pahala di sisi-Ku selain surga, bagi seorang hamba-Ku yang beriman yang bersabar ketika Aku wafatkan orang yang sangat dicintainya (dari penduduk dunia).’ “

    Ibu!
    Kata ttg penegasan madrasah agung. T4 anak2 mempertanyakan semesta dg bahasa paling akrab, harapan paling memuncak, dan keingintahuan paling dalam. Dermaga pengaduan paling luas saat mereka rasa teraniaya. Belai paling menentramkan saat mereka gelisah. Dekapan paling memberi rasa aman saat mereka ketakutan.

    Ibu!
    Perpustakaan paling lengkap, kelas paling nyaman, lapangan paling lapang, tak pernah ia bisa digantikan oleh gedung2 tak bernyawa.

  2. Innaa liLLah wa innaa ilaihi Rooji’un, Allahumma’jurnie fie mushiibatie wakhluf lii khoiron minhaa…

    benar mas. Dalam hadits diriwayatkan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada seorang hamba yg tertimpa musibah, kemudian mengucapkan: INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROJI’UUN, ALLOOHUMMA’ JURNII FII MUSHIIBATII WAKHLUF LII KHOIROM MINHAA (Kita semua adalah milik Alloh, dan kepada-Nya kita akan kembali. Ya Alloh! Berilah pahala padaku atas musibah yg menimpa ini, dan gantilah dg yg lebih baik) kecuali Alloh memberinya pahala dan mengganti buatnya dg sesuatu yg lebih baik.”

    thanks! dah mengingatkan.

    semuwa, kita pun jugha adalah milik Allah, bilamana suatu masa Sang Pemilik memintanya kembali maka kesabaran adalah suatu jawaban pasti….

    alhamdulillah, jadi inget kjadian di awal bulan syawwal, taon 2004 masehi….
    “semuanya musti kan Allah ambil….sebagemana kita sebelumnya…”

    walhamdulillah

    di dunia yg fana ini tak ada yg kekal, kecuali Dzat Alloh azza wa jalla itu sendiri. Mari beramal shalih. Bila ajal telah menjelang, tak ada daya upaya bs dilakukan. Dan di dalam peradilan yg menentukan nanti di yaumul akhir, ada amal2 shalih yg bs qt banggakan.

    Btw, ada kejadian apakah gerangan di taon 2004 itu? Perpisahan yg tdk bs dihindarkan kah?

  3. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun
    orang tua bagi kita pun adalah amanah. Dalam salah satu sabda Nabi, Nabi mengatakan bahwa celakalah seorang anak yg orang tuanya masih hidup, namun ketika ortunya meninggal ia (anaknya itu) tidak memasukkannya ke surga..
    Semoga kita menjadi anak yg senantiasa mendoakan orang tua kita, baik masih hidup maupun sudah meninggal, amiin

    aamiin. Sepakat mas Fachri.

    Salah seorang dari kaum Anshar datang kpd Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian b’kata: “Wahai Rasulullah, apakah aq masih mempunyai kewajiban bakti kpd orang tua yg hrs aq kerjakan setelah kematian keduanya?”
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam b’sabda: “Ya ada, yaitu 4 hal: Mendoakan keduanya, memintakan ampunan utk keduanya, melaksanakan janji keduanya, memuliakan teman2 keduanya, dan menyambung sanak famili dari jalur keduanya. Itulah bentuk bakti engkau kpd keduanya setelah kematian keduanya.” (diriwayatkan Abu Daud).

  4. Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un
    semoga ini bukanlah perpisahan, melainkan sebuah pelepasan kembali sampai tiba saatnya kita bertemu lagi di negeri jannah, amiin..

    aamiin. Semoga Alloh memperkenankan.

  5. Semua yang datang akan pergi, semoga diberikan kesabaran bagi yang di tinggalkan.

    Firman Alloh, “Jadikanlah sabar dan sholat sbg penolongmu” [QS.2:45]

    Karena Alloh hanya akan menguji manusia sebatas kemampuannya menerima cobaan.

  6. Innalillaahi wa innaillaihi rooji’uun.
    Tetep sabar dan selalu istiqomah di jalan-Nya!

    Imam al-Junaid pernah menjelaskan, “Kesabaran adalah meneguk air pahit tanpa meringis kepahitan.”

    Bila qt tertimpa musibah, tentu yg qt rasakan adalah kepahitan. Tapi reguklah kepahitan itu. Bila qt pasrah meneguknya, ia akan menjadi manis. Jgn sampai kesedihan ini membuat qt berbuat salah, melanggar aturan Alloh.

  7. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun

    Perpisahan dalam kefanaan adalah kepastian
    Semoga bertemu kembali dalam kebahagiaan keabadian

    semoga saja Kang. Aamiin.

  8. Disaat kita memiliki harus siap dengan konsekuensi perpisahan

    ya sdh mjd sunnatullah…

    Saat ada perjumpaan, pasti akan ada perpisahan…
    Ada rasa memiliki, hrs siap dgn rasa kehilangan tentunya…

  9. Semoga ibu teman sahabat anda diterima disisi-Nya, dan buat orang tua kita yang masih ada mari kita jaga dan perlihara selama mereka masih hidup itung-itung kita mebalas budi kebaikan mereka walau emang ga pernah akan terbayar lunas sahabatku

    aamiin…

    Benar sahabat, berbakti kpd kedua ortu dg apa saja yg mampu qt kerjakan dan sesuai dg kemampuan. Serta taat kpd mereka dlm semua perintah dan larangan keduanya, selama tdk terdapat kemaksiatan kpd Alloh dan pelanggaran terhadap syariat-Nya.

  10. turut berduka cita…
    kehilanga orang yang dikasihi pasti sangat menyedihkan.
    Jangan larut dalam kesedihan namun bangkit menuju masa depan yang lebih baik.

    benar mbak. Life must go on. Kematian memang akan selalu mendatangi setiap jiwa. Tinggal soal waktu saja. Tetap semangat menjalani hidup dan tegar. 🙂

  11. Inna lillahi wa inna ‘ilaihi raji’un.

    karena perpisahan adalah kepastian.

    -gbaiq-

    setiap ada pertemuan tentu ada perpisahan.

    Jadi, mo berpisah nih dr blog sy? Ya sudah… selamat jalan. Ati2. Besok mampir lagi ya. 🙂

  12. Turut berduka cita ya mas…
    semoga yang pergi selalu diampuni dan yang ditinggal selalu tawakkal, amin….

    aamiin. Semoga sahabat sy itu bs tegar menghadapi cobaan yg sedang dialaminya. Insya Alloh.

    ikutan 2nd IBSN Award yuk mas.. bulan ini tutup tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59wib kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

    salam hangat, ^_^

    ikut…nggak…ikut…nggak…ikut… (halah! Malah ngitungin kancing ik)

    tak catet tanggalnya. Tunggu saja. 🙂

    ^_* salam

  13. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun

    semoga amal sang ibu diterima oleh Allah SWT,,

    dan ditempatkan di tempat yg baik,, amin,,

    aamiin. Semoga Alloh memperkenankan.

  14. Betul sekali, mas. Kematian adalah rahasia Ilahi. Tidak ada yang tahu kapan maut menjemput. Jadi kalo ada yang meramal begini-begono tentang kematian itu adalah tipu-tipuan gak masuk akal (bagi saya).
    Salam kenal. Ditunggu kunjungannya di blog aku. Salam.

    ya begitulah mas.

    Salam kenal kembali. Nantikan kehadiran sy di blognya ya. Insya Alloh. 🙂

  15. semoga yang pergi mendapat yang terbaik dari Nya…yang ditinggalkan bisa kuat, tabah dan diberikan kesabaran…….

    aamiin. Insya Alloh sahabat sy itu tegar.

  16. salam kenal…mari ambil bagian link di blogwalkingku

    salam kenal juga…juga salam kenal. 🙂

    ambil bagian? Sy dpt jatah ni!? Tak meluncur ke tekapeh deh.

  17. blogwalking 🙂
    salam

    wa’alaykumussalam.

    Thanks, dah mampir. Kalo walking2 lg, mampir ya. Btw, mana URL blognya nih? Ndak isa kunjungan balik… 🙄

  18. kehilangan apapun…. pasti berat rasanya mas…

    bangetzzz…
    sesuatu itu baru ‘terasa’ begitu berharga saat sesuatu itu hilang. bukan begitu?? jadi syukurilah atas apa yang telah dimiliki saat ini.

  19. assalamu’alaikumm….
    alhamdulillah…’alaa kulli haal….
    ternyata ada yang ngganjel ya akh….
    “iya btul…perpisahan yang Tak bisa dihindarkan….

    tika itu malem 1 syawal…abi Allah ambil dari hdapan kluarga…

    wallahu a’lam

    wa’alaykumussalam warahmatullah.

    Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

    Syukron dah mau b’bagi akh.

  20. kullu nafsin dzaaikotul mauts…
    setiap yang bernyawa akan merasakan mati..
    setiap diri akan menunggu saatnya masing-masing,
    hanya do’a yang bisa selalu dipanjatkan untuk orangtua kita yang telah meninggal..smg dimudahkan kehidupan di alam barzahnya..aamiin

    bolgnya menginspirasi. Salam kenal

    yodama:
    Thank you. Semoga bermanfaat dan mengalir pahala. Salam kenal kembali, mbak. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s