Minta yang BIRU, jangan yang MERAH

Sebelumnya, informasi pada postingan kali ini saya dapatkan dari milis tetangga. Bagi yang sudah pernah membacanya, anggap saja anda sedang mereview ulang. :mrgreen: Semoga bermanfaat!

^_^

200137554-001

Dikisahkan, seorang polisi menilang sebuah taksi yang kebetulan sedang mengangkut penumpang. Dari penumpang taksi inilah kisah ini dituturkan. Menurut si penumpang, ada dialog antara polisi dengan sang sopir taksi yang sempat diingatnya. Kira-kira sbb:

Polisi (P): Selamat siang, mas. Bisa lihat SIM dan STNK.

Sopir Taksi (S): Baik pak.

P: Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang. Lalu menulis dengan sigap.

S: Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana? Kalo ada pasti saya pasang.

P: Sudah…Saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang!? 😈 (dengan nada keras !!)

S: (Dengan nada keras juga!) πŸ‘Ώ Kok gitu! Taksi saya kan Ada STNK-nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P: Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot. πŸ‘Ώ (dengan nada lebih tegas) Kamu terima aja surat tilangnya. πŸ˜‰ (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)

S: Maaf pak! Saya gak mau yang warna MERAH suratnya? Saya mau yg warna BIRU aja.

P: Hey! 😈 (dengan nada tinggi) Kamu tahu gak sudah 10 hari ini form BIRU itu gak berlaku!

S: Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P: Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, kamu ngomong sama komandan saya. πŸ‘Ώ (dengan nada keras dan ngotot)

S: Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian. 8) (dengan nada nantangin tuh polisi)

Berani betul sopir taksi ini ❗ ❓

P: (Dengan muka bingung) 😯 Kamu ini melawan petugas!?

S: Siapa yg melawan!? πŸ™„ Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih.

P: Kamu jangan macam-macam yah? 😈 Saya bisa kenakan pasal melawan petugas!

S: Saya gak melawan. Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? πŸ’‘ Gini aja pak, saya foto bapak aja deh? Khan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku. (sambil ngambil HP)

Wah..wah..wah. Hebat betul nih sopir. Berani, cerdas, dan trendy. (Terbukti dia mengeluarkan hpnya yang berkamera)

P: Hey! 😈 Kamu bukan wartawan khan!? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin. (sambil berlalu) Kemudian si sopir taksi itupun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama. (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)

P2: Mas, Anda gak bisa foto petugas seperti itu.

S: Si Bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih. (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

Lalu si polisi ke-2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

P2: Mas mana surat tilang yang MERAH nya? (sambil meminta)

S: Gak sama saya pak. Masih sama temen bapak tuh. (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P: Sini tak kasih surat yang BIRU. πŸ‘Ώ (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp 30.600,-

P: Nih kamu bayar sekarang ke BRI. Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu!

S: (Yes!!) Ok Pak! Gitu dong…kalo gini dari tadi kan enak. πŸ˜†

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya, sambil berkata pada penumpangnya:

S: Pak…maaf kita ke ATM sebentar ya…mau transfer uang tilang.

Penumpang: Ya silakan.

S: Hatiku senang banget Pak. πŸ˜€ Walaupun ditilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang. Pak, kalo ditilang kita berhak minta form BIRU, gak perlu nunggu 2 minggu untuk siding. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI!? Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!!! πŸ‘Ώ

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya (penumpang-red) infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan. Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no.rekening Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di polsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

MARI KITA BERANTAS KORUPSI DARI SEKARANG!

UPDATE:

Sabtu,Β  13 Desember 2008

Melalui Surat Telegram (ST), Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono menegaskan, surat tilang berwarna biru atau biasa disebut slip biru masih berlaku. Dengan slip tilang itu, pelanggar lalu lintas bisa langsung membayar denda ke bank tanpa perlu mengikuti disidang.

“Pelanggar yang langsung mengakui perbuatannya akan diberi slip biru oleh polisi lalu lintas dan dapat menyetor denda ke BRI. Bukti setoran lalu dibawa ke kantor polisi untuk mengambil SIM,” demikian seperti dilansir Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Sabtu (13/12/2008).

Namun jika pelanggar merasa tidak bersalah, dapat meminta slip merah agar dapat membela diri di pengadilan. “Dengan slip ini, pelanggar harus mengambil SIM ke pengadilan setempat,” lanjutnya.

Dalam ST tersebut, Condro Kirono juga memerintahkan agar para petugas di lapangan yang menegakkan aturan terhadap pelanggar lalu lintas untuk menghindari cara-cara arogansi/pungli karena dapat merugikan dan merusak citra dari isntitusi Polri.

Dengan surat tersebut, Condro berharap komplain terhadap polisi yang tidak mau memberi slip biru kepada pelanggar lalu lintas di SMS 1717 berkurang. “Malah kalau bisa zero complain,” kata Condro Kirono.

[Sumber: dari detik[dot]com disini]


Iklan

12 thoughts on “Minta yang BIRU, jangan yang MERAH

  1. is it?
    wow,, baru tau saya tentang tilang merah dan biru

    yes, it is.

    Sama, sy jg baru tau setelah baca email ttg hal ini. Semoga info ini benar adanya en bisa bermanfaat. πŸ™‚

  2. saya tahunya merah putih bukan merah biru mas …

    *komen gak nyambung De*

    hehe…

    nasionalis banget berarti ya, cuman kenal merah-putih. Kalo saya tahunya mejikuhibiniu di langit yg biru. πŸ˜† no matter what the colour is.

  3. hihihi jadi inget dulu sie pernah berdamai dengan dua ratus ribu gilaaa deh, makasih mas yo udah berbagi,

    waduh mahal banget. Naek motor pa mobil dulu??

    Semoga citra Polri semakin ‘bersih’.

    Beginilah kalo aturan blm ditegakkan maupun aturan cm jalan setengah2. Memang terkadang, saat ditilang (barangkali) masyarakat lebih memilih melalui jln pintas, yaitu dg DUIT DAMAI. Coz, gak mo ribet, apalagi ngurusin tetek benget masalah persidangan. Seharusnya aparat juga tegas demikian pula dg hukumnya. Jadi, masyarakat pun segan tuk kasih ‘titipan’ ke petugas.

  4. Ho..ho..Yodama..
    aku sangat berterimakasiih dapat info berharga bgini..
    memang pungli HARUSS..!! di berantas.. sangat merugikan bangsa ini..dan semoga aku ‘ga kena tilang ya..

    ya, sama-sama Bu. Saling berbagi. πŸ™‚

    biar gk kenal tilang, ta’atilah peraturan lalu-lintas en jgn lupa tuk membawa serta selalu SIM en STNK. Jg bw dompet+isinya jgn lupa. Sapa tau terjadi sesuatu selama perjalanan, khan bs salam tempel ke petugas ups! 😳 mending minta surat tilang aja deh, yg warna biru.

  5. hha*
    kocag dah tu polisi..
    nyari kerjaan sampingan kali yeyy..
    mpe ngibul ke yg nilang gitu..
    hha*
    good info!
    tengs..

    u r welcome. Moga aja pak polisi itu dah tobat skrg. Aamiin.

  6. “Wah..wah..wah. Hebat betul nih sopir. Berani, cerdas, dan trendy. (Terbukti dia mengeluarkan hpnya yang berkamera)”

    setujuuuuuh he2…..

    ok deh. Sepakat. Cerdas en berani tu sopir.

    Jgn mentang2 polantas trus bs memeras seenaknya. Moga pak polantas menyadari kekhilafannya.

    burung cenderawasih terbang ke solo
    terimakasih gitu loch. πŸ˜€

  7. “Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!!! ”

    wah….warga negara yang baik….salut

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya

    β€œYa Allah, tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku”

    Salam,

    Basir
    Brainmatics Cipta Informatika
    http://Brainmatics.Com
    Tlp. +62-21-83793383
    Fax. +62-21-83793384
    My Blog : Guidelife.wordpress.com
    Yahoo!ID : basir_edu

    begitulah seharusnya… Say NO to korupsi. *bkn iklan lo*

    thanks!

  8. belum pernah kena tilan9[semo9a jan9an]
    tapi nanti klu kena tilan9 tak bilan9 9ituh,minta y9 biru ajah..:)

    syukurlah!
    Berarti, pengendara yg baik nih ATAU emang selalu nebeng OR ngangkot/ngebis OR mbonceng. :mrgreen: makanya gk pernah ditilang.

  9. gak pake merah pa biru, aku mau lewat ajah, ndherek langkung Mas…… lampu merah bablas ae….
    iya nih, anggap saja aku sedang mereview ulang….

    atoz-atoz pak…
    nekad benerrrr…. :mrgreen:

  10. emang slip nya bisa di minta ya sama pak polisinya??
    hehhe.. πŸ˜€

    bisbang…bisa bangetzz… πŸ™‚
    kalo gak mau ngasih juga, gunakan ‘trik’ seperti sopir taksi diatas… dipoto aja wajah polisinya. rebes khan.

    setahu saya…

    merah > pelanggaran di selesaikan di pengadilan.
    biru > bayar ke BRI. mengakui kesalahan.
    Hijau > arsip untuk polisi
    kuning > untuk Jaksa
    Putih > arsip untuk Pengadilan.

    ouw…bat nyamuk gitu ya. thanks informasinya.

    jadi, ga ada yang bayar di TKP dong ya.. klu kita yang banyar di TKP, berarti secara ga langsung minta tolong pak polisinya untuk banyarin ke bank sekaligus ambil SIM,dkk

    ——-
    tapi, memang betul lembaga yang paling rentan dan berpeluang besar di sogok itu kepolisian dan yang paling susah itu MUI..

    hemm…gitu ya…

    di kepolisian masih ada letjend gak sih?? lewat jendela maksudnya… :mrgreen: hihihi…
    semoga aja istilah letjend oleh pihak kepolisian dimaknai sebagai letnan jenderal bukannya lewat jendela. πŸ™‚

  11. ^
    eh, ada yang keliru rupanya.. πŸ˜€

    Hijau > untuk pengadilan.
    Kuning > untuk arsip polri.
    Putih > untuk jaksa.

    *hehe.. harap maklum.. πŸ™‚
    dapat contekan dari pak pol nya langsung..

    catatan langsung dari polisi nih. pasti valid nih. syukron atas koreksinya!

    btw, anak kapolres ya uni… paham banget soal beginian :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s