Pahlawan Neraka

islam-pedang1

Suatu hari telah terjadi petempuran antara kaum Muslimin dengan kaum Musyrikin. Kedua belah kubu berjuang dengan hebat untuk dapat saling mengalahkan antara satu sama lain. Kemudian tiba masanya pertempuran tersebut diberhentikan sementara dan kedua belah kubu pulang ke markasnya masing-masing.

Di kubu kaum Muslimin, Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat telah berkumpul untuk membincangkan (evaluasi-red) tentang pertempuran yang baru saja berlangsung tadi. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang dalam pikiran. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka, yaitu Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia tampak bagaikan seekor singa lapar menerkam mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia menjadi buah bibir saat itu.

“Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman.”, kata salah seorang sahabat.

Mendengar  perkataan itu, Rasululloh pun menjawab, “Sebenarnya dia itu termasuk ke dalam golongan penduduk neraka.”

Para sahabat pun menjadi heran mendengar jawaban Rasululloh itu. Bagaimana mungkin seseorang yang telah berjuang dengan begitu gagah berani menegakkan Islam, malah masuk ke dalam neraka? Para sahabat saling berpandangan satu sama lain ketika mendengar jawaban dari Rasululloh itu.

Rasululloh sadar para sahabatnya tidak begitu percaya, lantas beliau berkata, “Sewaktu Qotzman dan Aktsam keluar ke medan pertempuran bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam, oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, dengan mata pedangnya dihadapkan ke dadanya. Lalu dia membenamkan mata pedang itu masuk ke dalam dadanya.”

“Dia melakukan perbuatan itu karena dia tidak tahan menanggung sakit yang luar biasa dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan karena bertarung dengan lawannya, melainkan membunuh dirinya sendiri. Melihat keadaannya yang begitu parah, banyak orang menyangka dia akan masuk ke dalam surga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.”

Menurut Rasululloh lagi, sebelum dia mati, Qotzman mengatakan, “Demi Alloh, aku berperang bukan karena agama, tetapi hanya sekedar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau bukan karena itu, aku tidak akan berperang.”

[Riwayat Luqman Hakim]

Pahlawan sejati yang dicari bukanlah nama apalagi harta.

Coz, pahlawan sejati berjuang demi bangsa dan negara.

Serta mengharap ridha-Nya.

Iklan

20 thoughts on “Pahlawan Neraka

  1. Makasih Yo, dah mengingatkan kisah ini di tengah fenomena masyarakat yang doyan bundir.

    Luruskan niat sebelum melakukan ibadah apapun dengan kesungguhan (mujahadah)!

    bundir apaan ya, Mang?
    *gk ngerti* 🙄

  2. nice posting… 🙂
    semoga kita semua terhindar dai hal yang sedemikian…

    setuju dengan mang kumlod… luruskan niat… bersungguh-sungguh dan konsisten

    semangat dan [senyum] 🙂

    sepakat! Segala yg qt lakukan haruslah karena Alloh dan mengharap ridha-Nya

  3. iyaah…banyak kejadian sehari2 yang seperti ini. Kita kadang melihat hal2 baik/jelek dari seseorang….padahal yang terlihat itu belum tentu benar….

    you’ve got the point. 8)

  4. Jangan jadi korban pemberitaan yang ga’ jelas, Akhirnya ya kaya sekarang ini. Kejelekan tertutup sama pemberitaan yang fiksi…
    salam hangatz… :mrgreen:

    segala pemberitaan jgn ditelan mentah-mentah tentunya. Hrs dikroscek mengenai faktanya.

    Salam hangatz jg. 🙂

  5. jadi apa artinya pahlawan ya Mas….?
    gak penting ah…..
    yang penting andil kita dalam perjalanan menegakkan aturan Allah di muka bumi sampe dimana…..begitu kan?
    karena toh semua buat kita sendiri. kita ikut andil kita untung, gak andil ya buntung….
    karena Islam ini akan tegak baik dengan andil kita atau tanpa andil kita. Allah yang akan menegakkannya sendiri kalau tak ada seorang pun yang mau….
    buat diriku sendiri dan semuanya…..Islam tegak…mau?

    mau? *iklan 3 banget*
    mau banget donklah.

    Dgn men-shibghah diri kita dg nilai-nilai Islam hingga syakhsiyah Islamiyah mjd karakter kita.

  6. Kalo baru sekarang saya ingin jadi pahlawan kira kira kesiangan gak yah? 🙂

    asal dengar alarm pas bangun, pasti gk kesiangan deh. Halah. 🙂

    in my humble opinion (imho), siapapun bs jd pahlawan en gk ada istilah ‘kesiangan’. Baik itu dari kalangan pemulung hingga Presiden sekalipun.

    Katanya, td pagi sempat mengudara di radio. Jd motivator nih.

  7. masalah surga neraka itu Allah yang ngatur, sekarang lakukan saja yang terbaik

    yup.
    Postingan ini menggambarkan jg bahwasanya segala amal hanya menurut niatnya. Jadi, berhati-hati pula dlm berniat. Jgn spt kisah Qotzman tsb.

    Terimakasih atas apresiasinya, mas Ahmad. 🙂

  8. duh mau command apa lagi segalanya telah membuatku tambah ilmu yg bermanfaat,
    salam hangat selalu

    sejatinya, ini jg dah memberikan komentar kok mas ndobleh a.k.a bluethunderheart. Thanks. 🙂

    nama ndobleh mengingatkan sy pd masa SMA, saat ikut teater dl. Beliau-mahasiswa ISI-sang sutradara dlm lakon “Calonarang” dan jg “Asterix & Putri Rahazade”. Jangan-jangan ini dobleh cah ISI itu ya. Ah, paling hanya nama yg sama. Pasaran jg ya nama dobleh.

  9. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

    welcome back.

    Matur tengkyu atas apresiasinya.

  10. Perang… 😦 bagi saya adalah kata yang sangat menyeramkan. Mungkinkah bumi ini bisa terbebas dari perang? Semoga demikian. Amien, Terimakasih

    lebih baik “peace”. 🙂

    tapi, saat ini pun, nyatanya perang tetap masih ada. Selain perang secara fisik, ada jg perang dlm bentuk lain. Misalnya, perang melawan kebodohan, melawan buta aksara, melawan kemiskinan, melawan buta teknologi, dsb.

    Dan jg saat ini penjajahan thdp suatu negara masih berlangsung. Namun, cara yg diambil bukan dg perang-bahkan cara ini dihindari kecuali kepepet-tp dlm bentuk lain. Seperti, embargo ekonomi thdp suatu negara, pemberian utang kpd negara miskin dg bunga yg sangat besar, dll.

    ya..begitulah faktanya. Jadi, kalo ada yg mengusik ketenangan kita, yg merendahkan martabat bangsa kita maupun menghina agama kita, mk kita pun hrs ‘berjuang’ tuk membela diri mempertahankan kehormatan.

  11. Kesimpulannya Qotzman masuk neraka karena telah bunuh diri kan, dan bukan karena dia tidak berperang karena agama.?

    Apakah pemahaman saya benar?

    wass wr wb

    iya begitu, pak.
    Dan juga, bahwasanya segala amal hanya menurut niatnya. Begitu sabda Rasulullah. Karena niat Qotzman untuk berperang tidak ‘fi sabilillah’, melainkan hanya sekedar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy.

    Dapat dikatakan, ia telah mendapatkan niatnya tersebut. Ini terbukti dari kekaguman para sahabat terhadap keberanian si Qotzman ini. Bila niatnya ‘fi sabilillah’, tentu balasannya berupa surga seluas langit dan bumi.

    Wallahu a’lam bi al-showaab.

  12. Bagus bagus … mnarik kajiannya.
    Lah kalau ikutan berperang atau jihad supaya dapet bidadari di syurga itu sudah termasuk di jalan Allah belum ?

    Alhamdulillah.

    Ada wanti-wanti di jauh-jauh hari yg dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkait dg suatu perbuatan. Dari sini, kita tahu betapa agung nilai sebuah keniatan dlm perhitungan yg dilakukan Alloh utk membalas perbuatan hambaNya.
    “Sesungguhnya ‘amal itu bertali dg niatnya. Dan sungguh bagi tiap diri terdapat balasan seperti apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa hijrahnya karena dan utk Alloh serta RasulNya, maka hijrahnya adalah kpd Alloh dan RasulNya. Tetapi barangsiapa, yg hijrahnya karena dunia yg ingin diraihnya, atau sebab oleh wanita yg ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah pada apa yg ia niatkan utk hijrah padanya.” [Muttafaq ‘alaih, dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu]

    Sebenarnya, banyak ayat maupun hadist yg menjelaskan keutamaan jihad dan org yg mati syahid. Akan tetapi, tatkala amalan yg agung ini dicampuri dg perbuatan riya’, maka hilanglah pahalanya.

    Oleh karenanya, kita perlu mengetahui yg disebut dg “jihad fi sabilillah” dan ciri-cirinya.

    Dalam sebuah hadits yg diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalan sahabat Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata: Seorang Badui datang kpd Rasulullah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, seseorang berperang karena harta rampasan, seseorang berperang karena ingin terkenal, dan seseorang berperang agar dilihat oleh manusia. Siapakah yg di jalan Alloh?” Maka Rasulullah menjawab, “Barangsiapa yg berperang utk meninggikan kalimat Alloh, maka ia berada di jalan Alloh.

    Selanjutnya, adalah bagaimana kita menghayati makna kata ikhlas. Ikhlas hanya utk dan hanya karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

    Demikian pak. Terimakasih atas apresiasinya.
    Semoga Alloh melindungi kita dari perbuatan riya’ dan menjadikan kita sebagai orang yg ikhlas. Amiin.

    Wallahu a’lamu bi al-showaab.

  13. pahlawan dijaman dulu bedane jauh banget sama pahlawan di jaman sekarang….iya ndak mas…?

    apa iya!? Tiap orang khan hidup dalam zamannya masing-masing.

    Tempoe dahoeloe, karena bangsa kita dlm suasana tertindas, sehingga bs melahirkan seseorang yg patriotik. Yang tak kenal kata gentar. Yang siap berjuang, bahkan dg semboyan yg mahsyur, ‘merdeka atau mati’.

    Dan utk saat ini, siapapun bisa menjadi pahlawan menurut sy. Seorang pahlawan tdk hanya yg selalu bertempur. Guru, tkg becak, pemulung, polisi, pelajar, atau siapapun bisa tuk menjadi pahlawan.

    “from zero to hero”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s