Secuil Kondisi Pendidikan Tanah Air

Hari ke-5 Ramadhan (04/09), saya menyengaja untuk melaksanakan sholat isya’dan tarawih di masjid kampus UGM. Dan kebetulan yang menjadi penceramah tarawih adalah Menteri Komunikasi dan Informasi, yang mantan rektor ITS, Bapak Muhammad Nuh. Meskipun di jadwal seharusnya bukan beliau yang menjadi penceramah. Pantas saja saya melihat wajah yang cukup familiar di shaf terdepan. Yaitu wajah dua orang dosen di kampus saya, yaitu pak Prof.Adi Soesanto, dan pak Sasongko (meskipun belum pernah diajar beliau-red). Sepertinya pak menteri dengan Prof.Adi sudah saling mengenal. Ini hanya dugaan saya. Dan, diumumkan juga bahwasanya nanti ba’da sholat tarawih akan ada dialog bersama Menkominfo.

Ba’da sholat tarawih, ย dimulai lah dialog antara Menkominfo dengan jama’ah sholat isya’ dan tarawih masjid kampus UGM. Pada dialog ini, jama’ah dipersilakan untuk menyampaikan aspirasinya maupun uneg-unegnya kepada pemerintah. Bisa tentang elpiji, korupsi, anggaran pendidikan 20% dari APBN, maupun yang lainnya.

Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh para jama’ah untuk bertanya maupun sekedar menyampaikan uneg-uneg. Ada yang menanyakan tentang masalah penentuan awal Ramadhan maupun nanti awal Syawal, masalah elpiji (BBM), korupsi, pendidikan, cyber crimes dan lain sebagainya.

Tapi, yang ingin saya bagi dari hasil dialog tersebut yaitu terkait masalah anggaran pendidikan yang 20% pada APBN 2009. Pak menteri menyebutkan bahwasanya APBN 2009 insya Alloh sekitar 1200 trilyun, berarti ada sekitar 240 trilyun anggaran untuk bidang pendidikan. Dan menurut beliau, salah satu yang menjadi perhatian pemerintah sekarang ini adalah masalah pendidikan. Oleh karenanya ada beberapa kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, seperti:

Pertamax….[halah]. Pertama, bebaskan sekolah dari fasilitas yang tidak memadai. Artinya, tahun 2009 gak ada lagi cerita sekolah yang bobrok, yang jebol dindingnya, dan tetek bengek lainnya. Infrastruktur untuk pendidikan harus selesai!!

Saya sepakat dengan hal ini. Kondisi tersebut mengingatkan saya pada masa setahun yang lampau, saat saya KKN di salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, yaitu desa Kalipait. Di desa Kalipait ini terdapat empat SD dan satu SMP. Sedangkan belum ada SMU. Letak SMU berada jauh diluar desa, yang terdekat, sekitar satu jam perjalanan dengan kuda besi. Sedangkan, untuk menuju ke kota Banyuwangi dapat ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Cukup jauh. Tapi saya lihat semangat anak-anak pinggir hutan ini untuk bersekolah cukup tinggi. Nah, terkait dengan fasilitas sekolah tadi, ada SD di desa Kalipait yang kondisinya dapat dikatakan “kurang”. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Kondisi di SDN 1 Kalipait

Foto diatas merupakan ruang kelas VI di SDN 1 Kalipait. Awalnya kami “ngeri” juga tuk ngajar di kelas ini, apalagi saat melihat langit-langit yang hampir rubuh itu. Tapi, ketika melihat wajah murid-murid kelas VI ini, tidak ada sedikitpun kecemasan di wajah mereka. Barangkali mereka sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. ๐Ÿ˜ฆ Bagi kami, kondisi demikian tentunya harus membuat kami selalu waspada.

Alhamdulillah, menjelang kami akan kembali lagi ke kampus waktu itu, SDN 1 Kalipait sedang dilakukan renovasi/perombakan total. Barangkali hari ini, kondisinya sudah jauh lebih baik. Semoga. Sehingga murid-murid pun bisa tenang tuk belajar di ruang kelasnya dan menuntut ilmu dengan nyaman tentunya.

Kondisi di SDN 2 Kalipait

Kondisi di SDN 2 juga hampir sama dengan di SDN 1, meskipun tidak hampir rubuh. Langit-langit menggunakan anyaman dari bambu yang kondisinya sudah rusak. Fasilitas pendukung untuk sarana belajar-mengajar juga masih sangat kurang.

Kondisi di SDN 4 Kalipait

Kondisi ruangan kelas di SDN 4 Kalipait, khususnya kelas VI juga hampir sama dengan kondisi SD-SD sebelumnya tadi. Langit-langit juga sudah bolong. Entah bagaimana kondisinya bila hujan? Dan pada gambar kedua diatas, ada seorang anak yang melongok dari lubang di dinding pintu pembatas antar kelas. Karena kami hanya memasuki (baca: mengajar-red) khusus untuk murid-murid kelas VI, sehingga banyak murid-murid lain yang kepengen tahu tentang apa sih yang sebenarnya disampaikan oleh mas-mas dan mbak-mbak KKN ini. Ojo-ojo ming dhobos thok. :mrgreen:ย  Sehingga, dengan terpaksa, kami harus menutup pintu kelas, agar tidak mengganggu jalannya acara. Sehingga banyak yang melongok melalui jendela-jendela ataupun melalui lubang di pintu pembatas antar kelas itu tadi. Jadi itu lubang ada manfaatnya juga ya. Bisa untuk mengintip kegiatan kami di kelas VI. haks… ๐Ÿ˜€

Keduax…eh Kedua. Gaji guru dinaikkan. Dengan gaji guru dinaikkan maka kesejahteraan guru-guru pun akan terjamin. Tapi kenyaataannya, saat ini gaji guru masih rendah. Dengan gaji guru yang rendah mengakibatkan calon-calon mahasiswa yang ingin menjadi guru itu rendah.

Namun, apabila gaji guru tinggi, maka fakultas-fakultas pendidikan akan dipenuhi oleh mahasiswa yang kualitasnya sama dengan fakultas non-pendidikan. Karena, saat ini dengan gaji guru yang cukup (baca: pas-pasan), maka sedikit sekali mahasiswa yang memilih fakultas pendidikan untuk kemudian menjadi guru. Ini bisa dibandingkan dengan fakutas kedokteran. Di universitas manapun di belahan Indonesia ini, fakultas kedokteran mesti memiliki passing grade yang terbaik. Nilai tes masuknya mesti yang tertinggi. Banyak mahasiswa-mahasiswa pandai yang memilih fakultas kedokteran yang nantinya bakal menjadi dokter ini dibandingkan memilih fakultas pendidikan yang nantinya bakal menjadi guru. Tanyakan kenapa?? Coz, dengan menjadi dokter maka kesejahteraannya sudah jelas, sudah terjamin. Sedangkan kalo menjadi guru, hmmm…bisa dibilang kesejahteraannya kurang. [Maap untuk para guru-guru bukan bermaksud untuk menyinggung]. Bagi calon mahasiswa, menjadi guru adalah pilihan ke-sekian. Kalo setelah pilihan selain menjadi guru dicoba dan ternyata hasilnya gagal, maka barulah kemudian memilih untuk menjadi guru. Kemuliaan katanya. Itulah realitanya.

Jadi, bila gaji guru masih rendah maka kualitas guru menjadi berkurang mutunya. Hal ini akibat kualitas mahasiswanya belum sama dengan kualitas mahasiswa fakultas non-pendidikan, semisal fakultas kedokteran. Karena banyak orang-orang pandai yang tidak memilih profesi sebagai guru ini.

Ada guyonan menarik bilamana guru itu kurang pandai. Begini kisahnya kisanak…. Stay tuned ya. Pantengin terus pokoke. Monggo disimak! Guyonan ini saya kutip dari pak Menteri langsung.

Di suatu SD, ada seorang guru sedang mengajarkan pelajaran IPA mengenai masalah induk ayam mengerami telurnya selama 21 hari. Lalu, ada salah seorang muridnya yang bertanya.

“Pak, kenapa induk ayam mengerami telurnya selama 21 hari? Kenapa gak 25 hari?”

Lantas apa coba jawab guru yang kurang pandai ini.

“Kesuwen (kelamaan-red).”

Sang anak pun kembali bertanya, “Kenapa tidak 20 hari aja, Pak?”

“Kecepeten.”, jawab sang guru.

“#@##$%^&*!!@!#$.”

Lihat, beginilah kalau guru kurang pandai. Guru seharusnya mampu memberi penjelasan secara ilmiah, bukan asal jawab seperti itu.

Saat sang anak tiba di rumah, dia menjumpai ibunya sedang memasak kerupuk. Lalu sang Ibu pun berpesan kepada sang anak itu tadi.

“Kerupuk yang ini jangan diambil (baca: dimakan-red) dulu, baru mateng soalnya, masih panas. Kalo mo ngambil, itu kerupuk yang di toples aja, yang udah dingin.”

Tapi dasar yang namanya anak-anak. Makin dilarang maka akan semakin tertantang untuk melanggarnya. :mrgreen: Lalu, sang anak pun mengambil dua kerupuk. Satu yang masih panas dan satu lagi yang udah dingin kemudian segera dibawa ke kamarnya. Nah, di dalam kamarnya dimakanlah kedua kerupuk tersebut. Ternyata berbeda. Kalo kerupuk yang udah dingin, dimakan terasa renyah. Sedangkan, kalo kerupuk yang masih panas, ketika dimakan ternyata terasa lembek, seperti mlempem. Lalu, keesokan harinya, sang anak ini pun bertanya kepada gurunya yang kurang pandai tadi.

“Pak, kenapa kalo makan kerupuk yang udah dingin, ketika dimakan terasa renyah sedangkan kalo makan kerupuk yang masih panas, ketika dimakan malah terasa lembek seperti mlempem gitu dech…?”

Coba apa yang dijawab guru yang kurang pandai ini.

“Nah, itulah bedanya antara kerupuk dingin dengan kerupuk panas.”

“#@##$%^&*!!@!#$.”

Jadi, begitulah. Kesejahteraan guru harus ditingkatkan. Gaji guru harus dinaikkan. Profesi guru juga merupakan profesi yang mulia, dan pantas bila diberi penghargaan yang tinggi pula. Guru (di-gugu dan di-tiru).

Sekali lagi, itu cumalah sebuah guyonan dari pak Menteri. Saya rasa, guru-guru sekarang sudah pada cerdas dan pandai sehingga mampu menjawab berbagai macam pertanyaan yang diajukan oleh murid-muridnya dengan baik dan jelas.

Terimakasih buat guru-guru yang telah rela mengabdi untuk mengajar dengan penuh keikhlasan meskipun di Republik Indonesia ini, profesi guru belum dihargai sewajarnya. Tetap semangat membara untuk mencerdaskan anak bangsa.

Iklan

25 thoughts on “Secuil Kondisi Pendidikan Tanah Air

  1. pertamaxyz,
    perlu di audit dengan seksama fasilitas pendidikan (sekolah) yang hendak di rehabilitasi, banyak perusahaan konstruksi yang serakah untuk merehabilitasi unit sekolah proyek milik seorang anggota dewan, ada apa ini? setelah di tinjau, ternyata kucuran biaya untuk rehabilitasi sebuah sekolah yang memang pantas, digunakan untuk memperbaiki sekolah yang sudah bagus keadaanya (prihatin)

    selamet ye…atas podium pertama.. ๐Ÿ˜‰

    ada apa ya!? konspirasi donk itu namanya. Gak tepat sasaran.
    *prihatin* ๐Ÿ˜ฅ

    kejadian spt itu hrs diminimalisir. Hrs ada pengawasan yg jujur. Betapa mahalnya nilai sebuah kejujuran saat ini.

    Tapi, sy optimis aja, semoga dana 20% dr APBN tuk pendidikan dpt meningkatkan dunia pendidikan tanah air.

    En tdk ada lg namanya korupsi. Kata pak menteri, hare gene korupsi, dah telat, bkn jamannya lg. Bkn berarti dl boleh ya ๐Ÿ™‚ Coz, kl dl peraturannya sangat longgar (dlm skala meter). Dan, skrg diperketat (dlm skala cm). Dan kedepannya bs lebih ketat lg (skala makin kecil)

  2. uhuuuuyyyyyy pak nuuuuuhhhh………………….

    [mantan rektorku]

    :mrgreen:

    uhuy… Anak ITS tho mas.
    Smg beliau dpt membantu RI-1 dg baik. Kmrn bgs jg ceramah beliau. ๐Ÿ™‚

  3. sekarang komentar yang serius. saya malah khawatir kalo dana pendidikan 20% maka pengelolanya gak becus, bingung buang duit, akhirnya dibuat keperluan yang gak penting.. untuk sekedar menyesuaikan dengan anggaran

    hoaaaaa…

    skrg mo cb jawab yg serius jg aahh… ๐Ÿ™‚

    smg kekhawatirannya gk bakal terjadi. Itu tentunya harapan kita semua.
    Pengelolaan dana ini hrs bijak en tepat sasaran. Cm bs berdoa, agar pengambil kebijakan di dinas pendidikan dpt melaksanakan tugasnya dg amanah.

  4. **balik lagi**

    belum kenalan sama yang punya blog.

    salam kenal ya yodama..

    *salaman*

    ๐Ÿ™„ haa balik lg. Ada yg tertinggal ya !? Pdhl kl ada yg tertinggal tdk dpt dikembalikan :mrgreen:

    ouw mo kenalan…
    *nyodorin tangan kanan siap tuk berjabat*
    “yodama, mas-nya sp ya?”
    “Nice to know u.”

  5. itulah kondisi pendidikan di negeri ini, mas yodama. sarana dan prasarana pendidikan serba minim, bahkan banyak yang sudah hancur. repotnya, tak ada upaya perbaikan secara simultan. semoga makin banyak yang sadar dan peduli terhadap dunia pendidikan kita, amiin.

    amiin. Hrs ada revolusi di bidang pendidikan.
    Terima kasih atas apresiasinya pak.

  6. *liat foto tengah SDN 4* asik toh?? bisa ngintipin aktipitas “tetangga” :mrgreen:

    ๐Ÿ™‚ lubangnya jadi multifungsi
    sebenarnya dl gk cm satu org yg ngintip, bs 4-5 org. Mereka penasaran dg mas2 en mbak2 KKN ini, yg mendadak jg guru. ๐Ÿ˜€

  7. Mudah-mudahan angka 20 persen itu benar-benar dilaksanakan karena itu memang amanat UUD. Bukan retorika belaka menjelang pemilu 2009.

    semoga… Insya Alloh.

  8. Amin…,
    Meskipun saya khawatir yang 20 persen itu tidak sampai (banyak bocornya) karena menganut sistem pertanggungjawaban lebih dulu daripada dananya (nunggu turunnya lamaaaaa…)
    Siapa yang mo meminjamkan ? Komite?

    kekhawatiran mesti ada pak. Palagi dulu jg ada program BOS khan, yg katanya jg terjadi “pemangkasan” disana-sini sebelum diterima pihak sekolah.
    *yg pedes2 kl gt pak, cabe dech*
    cm bs berharap en berdoa aja agar pengambil kebijakan dapat amanah en jujur. Amiin

    Di dekat rumahku saja, enternit klas VI SDN Pd Bambu 08 pg ambrol. Mo dibangun secara swadaya, kepala sekolahnya tidak brani dengan alasan pengajuan renovasi gedung SD dapat dibatalkan oleh dinas. Namun, sampai sekarang pun Acc renovasi gedung belum turun dan kondisinya semakin parah.
    Di Jakarta saja seperti ini apalagi di daerah.
    salam

    terimakasih atas info en sharingnya pak.
    Oya pantes kl sekolah2 di daerah lama cair dananya ya. Ternyata d Jkt jg lamaaaa to. ๐Ÿ™„

  9. sudah saatnya para guru diperhatikan.
    bukan guru di kota-kota besar saja.
    semoga dunia pendidikan kita semakin cerah

    *inget laskar pelangi*

    yaa, guru selama ini spt terabaikan. Padahal jasanya sangat besar.
    Sepakat dengan harapannya, smg dunia pendidikan semakin cerah. Secerah mentari di siang hari ya.

    Bener jg, kl ngomongin ttg pendidikan jd teringat kisah anak2 Babel dlm novel Laskar Pelangi. Andrea Hirata telah mampu membungkus cerita ttg dunia pendidikan kita secara apik.
    *kita tunggu pilemnya, semoga se-apik nopelnya*

  10. mmmm….
    jadi inget guru SD dulu,

    pernah eS-De jg to mas… hehe..kidding [no offense]

    n jadi pengen maen ke sekolah SD saya niy…

    eS-De nya dmn mas? Ngajak2 sy ntar ya.

    *emang si upin dah cekolah ya!? ๐Ÿ™„

    thanx infonya mas..

    ur welcome ๐Ÿ™‚

  11. jadi teringat pas KKN dl … jalan yg menghubungkan dusun satu ke dusun yg lain masih “horor”

    KKN dmn dl mas? Pasti menyimpan sejuta kenangan tersendiri niy.
    Maksud “horor” disini apa mas? Jalannya rusak/berlobang2 or syereemm or apa?? Ana2 wae, jalan kok horor.
    Mudah2an skrg, jln di t4nya dl KKN dah gk horor lg.

  12. Mas, saya mengenal satu yayasan non laba yang mendanai sekolah sekolah yang rusak … mungkin bisa masukin proposal agar bisa dibetulkan sekolah diatas.

    Terimakasih mbak atas apresiasiY. Boleh tau nama yayasanY kah? Alhamdulillah masih ada yayasan yg peduli.
    Sekedar info, utk SDN1, yg langit2Y mo roboh itu, ketika KKN kami dah mo berakhir, SD tsb sedang dilakukan renovasi. Kemungkinan skrg sdh bagus. Semoga!
    Dan utk SD-SD yg lain, sy blm tau info terkiniY.

  13. Usulah semacam ini pasti didengar oleh para pengambil kebijakan pendidikan negeri ini. Dan pelan-pelan, akan ada realisasinya.

    semoga saja.

    Kita tetap optimis dan percaya, pemerintah akan terus memperbaiki iklim dan masalah pendidikan di tanah air. Kita juga tetap maklum kenapa seperti ini karena Indonesia terlalu luas dan penduduknya terlalu banyak.

    kl dibandingkan dg negara Singapura or Brunei, negara RI masih jauh lebih luas.
    Tapi bagaimana bila dibandingkan dg China??? Yg konon penduduknya sekitar 1M jiwa.

    Mari terus kita informasikan hal-hal yang bisa menjadi perhatian pemerintah, seperti yang Anda sampaikan ini.

    kepedulian kita sangat diperlukan!

    yuukk…mari!

    (Komentarku serius banget, ya?
    Kaya bahasa pemerintah!)

    Tabik!

    mo serius, duarius, tigarius jg gpp kok. [HALAH…]

    terimakasih atas apresiasinya Pak/Mas. Kok gak ada link_nya ya? Jd gk bs berkunjung deh.

  14. Sekolah adik saya dulu saja harus menumpang…
    Pemerintah membentuk sekolah baru saja setengah-setengah. Belum ada gedung, tapi sudah berani buat sekolah baru yg menumpang di sekolah lain..

    Oya, saya jg ingat bahwa saya pernah ke salah satu SD nomor cantik (begitulah salah satu guru saya mengatakan SD negeri, ๐Ÿ˜† ), di sana gedungnya memang benar-benar hancur, bahkan ada kotoran lembu di dalam…

    ๐Ÿ˜•

    jadi ada sekolah di dlm sekolah?? Kok bs ya!?

    SD no.cantik, ๐Ÿ™‚ dimana tuh? Sedih, kl SDnya krg terawat. Akibatnya, siswa2 terganggu proses belajarnya. Semoga nanti, masalah2 spt itu sdh tdk ada lg di thn 2009, spt kata pak Menteri.

  15. Itulah bangsa kita ini Pak,… untuk biaya pengadaan lembaran suara Pemilu aja bisa ngeluarin dana 1,2 T,… klu untuk pendidikan sebesar itu,.. wah bisa bikin sekolah guedeee itu :)>-

    iya..ya Pak. Bener bgt. Itulah Indonesia.
    Dg duit segitu mah, swangat gweedee sekolah yg bs dibangun. Ato kl gk, banyak sekolah yg bs terbantukan.

  16. semoga dunia pendidikan kita beserta infrastruktur dan SDM_nya semakin membaik setiap waktu. saya rasa ini tanggung jawab bersama, bukan pada pihak yg punya kompetensi di bidang tersebut saja. insya allah, segala niat baik akan dimudahkan. amin.. ^_^

    Amiin…
    Sepakat, tanggung jawab bersama. Coz, bersama kita bisa.
    *SBY mode ON*

    Dunia pendidikan Indonesia harus jauh lebih baik.

  17. Duh..duh…itu kenapa ada adik2 yang kepalanya nongol dari lubang ?

    mo liat ibu en bapak Guru jadi-jadian dadakan… :mrgreen:

    Lho guyonannya dari Pak menteri, ya ? Rupanya pak mentri ada selera humor juga, ya ?
    he…he…

    bahasa beliau jg khas. Suroboyonan. Itu sekedar humor bilamana para guru itu kurang pandai. Jadi, ya jawabannya sekenanya, krg ngilmiah ๐Ÿ™‚ Makanya beliau ingin gaji guru dinaikkan shg mahasiswa2 yg kuliah di fak.pendidikan bukanlah “kualitas biasa” melainkan “kualitas unggulan”.

  18. Tetanggaku cerita anaknya dikasi PR dari sekolahnya, lalu tanya orang tuanya, orang tuanya tanya : emang enggak dijelasin, anaknya jawab : enggak, jadi yang ngerjain PRnya orang tuanya. mungkin orang tuanya tambah pinter barangkali?

    bisa ada 2 kemungkinan tuh pak. Pertama, emang gurunya gak jelasin. Kedua, anaknya yg gak memperhatikan penjelasan gurunya.
    :mrgreen:

    orangtua jg hrs bs menjadi guru yg baik di rumah ya pak. ๐Ÿ™‚
    yg ngerjain PR tetap anak, ortu hanya membimbing en mengarahkan.

  19. ngenes liat foto kelas di atas ๐Ÿ˜ฆ

    hu um, terenyuh ๐Ÿ˜ฅ

    padahal semangat anak2 disana tuk sekolah tinggi.
    Smg spt kata pak Menteri, 2009 gak ada lg kondisi spt foto2 di atas.

  20. Banyak sekolah lain di Indonesia ini yang kondisinya juauuuh lebih ngenes dari pada foto-foto di atas. Pada acara Kick Andy tanggal 12 September kemarin, ada sekolah yang lebih jelek dari kandang ayam. Gurunya juga cuma satu, itupun cuma petani lulusan SD.

    Benar sekali, Bu. Kebetulan sy jg menonton acara K!ck Andy tgl 12/09 kmrn, terenyuh sy Bu. Dan ini nyata. Di taon 2008 ini, msh ada kondisi sekolah yg hmpir sama atau bahkan lebih buruk, spt yg dilukiskan oleh Andrea Hirata dlm novel ‘Laskar Pelangi’nya. Pdhl dlm kisah Andrea, kejadiannya sdh puluhan taon lalu.

    Kalo di pulau jawa saja, spt pd foto di atas, kondisi sekolah msh ada yg ‘tragis’ spt itu. Apalagi kondisi sekolah2 selain di pulau jawa. Memang pemerataan blm adil di negara kita. Pulau Jawa sedikit ‘beruntung’ dibanding pulau2 lainnya di Indonesia. Dan sy rasa (berdasarkan pengalaman-red), kualitas pendidikan masih lebih baik di jawa (ini menurut sy loh-red).
    Hal ini semakin menambah rasa syukur sy, bs bersekolah en berdomisili di Jawa. Alhamdulillah.

    Ironisnya, kemarin Mendiknas sempat meluncurkan progream buku pelajaran lewat internet. Lha wong listrik aja ndak ada, kok suruh donlod buku lewat internet. Halah, internet itu makanan apa sih? Begitu tanya anak-anak di ujung pelosok sana …

    How ironic!
    Kebijakan tsb menjadi tanda tanya. Coz sungguh timpang situasinya, dimana msh ada sekolah2 yg kondisinya ‘tragis’ itu tadi.
    Mungkin mereka mengenal internet sbg indomie telor kornet. ๐Ÿ˜€ [halah…]

  21. sebenarnya gaji guru sekarang aja dah lumayan kok….
    paling tidak sudah mencukupi…. dan gak kalah dengan gaji pekerja swasta (yang bukan level manajer).

    Alhamdulillah kalo sudah mencukupi. Meskipun barangkali masih ada juga yg bergaji rendah.

    Harapannya, profesi guru makin dihargai dan bkn profesi “nomor dua”.

    Btw, terimakasih atas apresiasinya, Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s