What money will buy

$$$

What money will buy:

A bed but not sleep

Books but not brains

Food but not appetite

Finery but not beauty

A house but not a home

Medicine but not health

Luxuries but not culture

Amusements but not happiness

Religion but not salvation

Sajak di atas saya dapatkan dari buku “Kuliah Tawhid” karya Muhammad ‘Imaduddin ‘Abdulrahim Ph.D*.

Buku lawas dan kecil ini (15x10cm-red), menurut saya sangat bagus isinya. Meskipun kecil, mungkin bisa masuk saku (yang agak lebar dikit tentunya 😀 -red), tapi isinya biasa di luar ruaaarrrr biasa. Pendekatan baru tentang tawhid yang dibuat oleh penulisnya sangat menarik untuk dibaca. Menurut beliau, sebagai ilmu, tawhid dapat dikatakan suatu ilmu yang paling exact di tengah-tengah semua ilmu yang dikenal manusia. Sebagai bekal dan panduan hidup, tawhid merupakan ajaran yang paling murni, suci, dan agung. Yang tidak saja dibutuhkan manusia, tapi merupakan satu-satunya pegangan dan panduan hidup yang dapat mengangkat harkat dan derajat kemanusiaan seseorang ke tempat yang tertinggi sesuai dengan haknya yang paling asasi.

Kembali ke laptop sajak pada awal postingan di atas. Jadi, di dalam buku ini, sajak di atas terkait dengan bahasan tuhan-tuhan triple-ta. Siapa itu tuhan-tuhan triple-ta? Mereka adalah harta, takhta, dan wanita. Ketiga “ta” ini adalah tuhan tandingan yang selalu disembah manusia dari zaman awal kejadiannya hingga akhir zaman nanti.

Manusia yang telah mengembangkan potensi ‘aqal dan rasanya secara seimbang, sehingga mencapai tingkat minimal yang dikehendaki Al-Qur’an akan mampu melihat dengan mata dan hatinya, bahwa ketiga “tuhan” tersebut selain mempunyai sifat “kuasa” dan “menyenangkan”, juga bersifat mengikat atau membatasi kemerdekaan manusia. Manusia dengan tingkat ke’arifan seperti ini, terutama jika jiwanya telah matang dalam mentawhidkan Alloh, bisa juga melihat kenyataan, bahwa tuhan tandingan seperti duit, pangkat, dan syahwat itu memang besar sekali manfaatnya, karena bisa menjamin banyak macam kebutuhan manusia. Namun, ia juga menyadari sepenuhnya, bahwa semua tuhan-tuhan tandingan ini tiada yang mutlak nilai kekuasaan dan pengaruhnya.

Secara sederhana bisa terlihat olehnya di dalam kenyataan hidupnya, bahwa banyak pula hal yang sangat penting bagi kebahagiaan manusia yang sejati tidak mungkin diperoleh dengan duit itu.

Sebagaimana bait-bait dalam sajak tersebut, walaupun duit bisa membeli makanan yang enak-enak, umpamanya, namun duit tak mungkin membeli selera untuk seseorang yang memang sedang patah seleranya akibat suatu penyakit.

Duit memang bisa membeli obat, tapi bukan kesehatan.

Duit memang bisa dipakai untuk membeli rumah yang indah bagaikan istana, namun tidak akan mampu membeli kebahagiaan suatu rumah tangga yang sakinah (rukun damai).

Duit boleh dipakai untuk membeli buku sebanyak buku-buku di perpustakaan, namun duit tidak akan bisa membuat si pembeli buku menjadi tahu (‘alim) akan isi buku-buku itu.

Duit memang bisa dipakai untuk membeli perhiasan mewah dan permainan, namun ia tak berdaya menjadikan si pembeli cantik dan gembira oleh perhiasan dan permainan itu.

Pendek kata, hampir semua yang menyebabkan manusia bisa berbahagia, dalam arti kata yang sebenarnya, tidak dapat dibeli dengan duit itu. Oleh karena itu, sejarah kemanusiaan telah membuktikan, bahwa kebanyakan orang kaya (harta) mati dalam kesedihan, terutama jika hatinya gelap tanpa siraman iman.

~ ~ ** ~~

*) Menurut penulisnya (Muhammad ‘Imaduddin ‘Abdulrahim Ph.D.) di dalam pengantarnya pada buku cetakan pertama, dikatakan bahwasanya naskah Kuliah Tawhid ini merupakan isi kuliah shubuh selama bulan Ramadhan 1397 H (1979) di Masjid Salman ITB yang direkam oleh saudara Ahmad Aqwan dan disunting serta disusun kembali oleh saudara Dasep Saiful Hidayat dan Ammar Haryono dengan penuh keikhlasan dan ketekunan. Kemudian dalam bentuk sudah diketik oleh adinda Amanah, isteri beliau tercinta diselundupkan kepada beliau ke dalam penjara Nirbaya bersama kiriman makanan, untuk dikoreksi bilamana perlu.

Iklan

22 thoughts on “What money will buy

  1. Wow sajak ini pernah saya dapatkan dari milis-milis, rupanya…
    Loh kok beliau dipenjara sih?
    Bukunya masih dijualkah? Kalu boleh, dibikin pdfnya ajah… *gratisan freak 😀 *

    Sy jg krg paham ttg riwayat hidup beliau.

    Entah, msh dijual pa tdk? Bk di tangan sy ini mrp edisi kedua cetakan ketiga 1993.

    Kl dlm bntuk e-book (pdf-red), cb aja tanyakan ama mbah google. Barangkali dy poenja. :mrgreen:

  2. makna kritis bangeet….

    hu um… salah satu “tuhan tandingan” paling populer di zaman modern ini ialah duit. Skrg, hmpir smuanya ada “harga”-nya, jd bs “dibeli” dg duit. Manusia tdk malu lg melakukan apa saja demi uang, pdhl malu itu salah satu bahagian t’penting dr iman.

    Di negeri b’landaskan materialisme en kapitalisme, duit jg dipakai sbg alat ukur bg status seseorang di dlm masyarakat.

    Wallahu ta’ala a’lam

  3. bukunya “bang Imad” almarhum?

    kalo ya, smoga beliau mendapat pahala yg mengalir terus, atas ilmunya yg bermanfaat

    barangkali iya. Sdh almarhum tho? Tp ilmunya tetap “hidup”, insya Alloh.

  4. inspiratif bgt, artikelnya keren..
    eh, klo ga ada pdf, ya txt sajaahh.. ^_^ *nyumput ah..*

    cb tanya si mbah google ajah. 😀

  5. dengan duit kita bisa membuat blog,
    tapi belum tentu bisa menarik orang untuk membaca 😀

    *saya baru tahu kalau sajak tsb terdapat dalam sebuah buku, selama ini pernah baca dari milist dan dimajalah femina

    ya kira2 demikian mbak.
    *sama saya juga baru tahu, ternyata tuh sajak dah mondar-mandir milis rupanya.

  6. Saya jadi ingat pepatah lama,
    Ada 3 hal yang tidak bisa dibeli dengan uang yaitu : CINTA KASIH, PERSAHABATAN dan TIDUR NYENYAK….

    baru ngerti kalo itu pepatah lama…. 😀
    bisa lebih dari 3 gak ya?!

  7. Benar buku Kuliah Tawhid adalah karya bang Imad almarhum,
    yang baru meninggal Sabtu, 2 Agustus 2008 lalu,
    semoga pahala dari ilmu yg bermanfaat,
    terus mengalir untuk beliau.

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
    *amiin*
    senantiasa pahala mengalir kepada beliau karena ilmu yang diajarkan.

  8. waw….. bener-bener menggugah hati euy….

    3 ta itulah yang menjadikan manusia masuk kedalam neraka …….

    dan jg bs menjadikan msk ke dlm surga.

    Jd, manusia hrs mengembangkan potensi ‘aqal dan rasanya scr seimbang.

  9. buat mas Afwan Auliyar, jika yang dimaksud dengan ‘3 ta’ itu termasuk ‘wanita’, eiit … nanti dulu! Memangnya wanita bisa membuat pria masuk neraka, kalau prianya sendiri tidak menghendaki? Jangan mencari kambing hitam lah …

    mas Af1 nyari kambing putih barangkali bu. Di-afwan-kan khan bu?
    *halah gk fokus*

    Spt kisah nabi Yusuf dipujikan dlm Al-Qur’an sbg seseorang yg tlah b’jaya menaklukkan godaan wanita. Namun, dg tawhid yg mantap beliau tdk sampai t’jatuh ke lembah kehinaan.

    AKU*

    bila sampai waktuku
    kumau tak seorang kan merayu
    tidak juga kau

    tak perlu sedu sedan itu
    aku ini hamba Alloh
    dari gumpalan darah merah

    biar peluru menembus kulitku
    ku kan terus mengabdi
    mengabdi dan mengabdi
    hanya kepada-Mu
    Ilahi Rabbi

    *) sajak “Aku”nya Chairil Anwar yg sdh dikoreksi yg melukiskan pribadi pemuda Yusuf AS.

  10. Duit riil yang qta pegang aja sebenernya harganya cuma sebesar “percaya” ma yg nyetak duit..
    Selebihnya… ati2 aja

    emang duit tuh, nilai nominalnya sangat jauh dg nilai intrinsiknya. Seharusnya alat tukar-menukar yang ideal ya dlm bentuk emas tentunya. Tdk mudah inflasi. Entahlah mas, ana jg bkn org ekonomi, krg paham soal “begituan”.

    Btw, ogut lebih seneng dengan “tidak berlebihan” aja, baik ntuk dunia..maupun ntuk akhirat..

    coz, berlebih2an/boros itu p’buatan setan bukan!? Jadi, sewajarnya aja lah.

    Kalo kyai yg pernah ogut denger..mana yg porsinya hrs lebih banyak?? harus seimbangkah??
    beliau bilang utamakan yg akhirat…

    kyai-nya sapa ni mas? Kenalin dunk.
    *siap2 jabat tangan*

  11. uang memang dibutuhkan. istilahnya uang itu untuk hidup, bukan hidup untuk uang.

    hidup itu tuk mati. Brgsiapa takut mati, mk jgn hidup. Dan brgsiapa takut hidup, mk mati saja.

    Memang telah nyata di dunia, bahwa hampir semua yg ada di dlm hidup ini dpt diperoleh dg duit, bahkan mungkin dlm banyak hal harga diri manusiapun bs dibeli dg duit.

    Kalo di Barat, barangkali ukuran status seseorang dilihat seberapa besar dia mampu menghasilkan dolar per detiknya.

  12. harta, wanita, takhta semua dapat diperoleh hanya dengan ilmu. Al Qur’an memberikan contoh yang luar biasa lewat kisah nabi Sulaiman ‘Alaihisalam, beliau pernah di suruh tuk memilih, harta takhta atau ilmu. Maka nabi yang mulia itupun menjatuhkan pilihan pada ilmu. dan akhirnya harta, takhta bahkan wanita (ratu bilqis) kemudian telah berada ditangannya. Subhanallah

    yup, sepakat. ‘Ilmu mendahului atas ‘amal. Bukankah bila qt menginginkan dunia en akhirat maka dg ‘ilmu.
    Allahu a’lam.

  13. duit bisa untuk membeli jam, bukan waktu…
    bukan begitu pak… 😉

    begitulah. Jd mesti semua ada harganya, tp gk semua bs dibeli dg duit. Seberapapun yg bs dibayar, tetap blm mampu tuk membawa qt ke masa lampau maupun masa depan. Iya pa ya, pak!?

  14. saya kurang bisa berbahasa english,
    jadinya kurang nerti deh….

    ah yg bohong, mas!? 🙄
    *nyodorin kamus karya John M.Echols & Hassan Shadily*

  15. money can buy many things but not everything….
    money is impoertant thing but not everything….

    *manggut-manggut*

    uang memang bkn segala2nya, tp segala2nya memang bkn uang.

    *halah, kok jd ribet gini*

  16. money cant buy happiness..:)
    but with money we can buy something thats we want
    heheh…

    *makasih sudah berkunjung*

    trima kasih apresiasinya.

    Ttg kunjungan, kemarin pas lg studi banding ke domain WP 🙂

  17. ta yang terakhir itu, bukan wanita
    tetapi CINta

    cinta
    ini yang mungkin tepat

    atau ditambah jd ’empat-ta’ ni pak.
    Menurut sy, ‘ketiga-ta’ dasarnya krn CINta jua. CINta thd HARta, TAKHta, en WANIta.
    Allahu a’lam.

  18. 3ta bersumber dari 1TA (mata).
    lewat mata kita tergoda.
    oleh karena itu, jagalah 1TA.
    salam

    always GB khan, Gadhul Bashor a.k.a menundukkan pandangan.

    Spt pantun ya pak, dr mata turun ke hati. Ya begitulah.

  19. nice post mas … wah apa ya yg gak bs dibeli dengan duit ???

    apa ya??
    *berpikir agak keras*
    still thinking……..
    10%–30%–…..–100%
    FILE NOT FOUND!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s