ber-Syukur

Memasuki gedung ini mulai tercium aroma-aroma yang khas. Entah aroma apa namanya ini. Tapi yang jelas aroma ini sangat khas sekali. Saya kira aroma semacam ini hanya dapat ditemukan disini. Bau obat-obatan juga mulai terkuak. Ya…inilah aroma khas dari sebuah rumah sakit.

Senin malam lalu, saya menemani sahabat satu kampus, ke R.S.Sardjito untuk menjenguk salah seorang teman pondokannya yang mengalami kecelakaan lalu-lintas. Ba’da sholat maghrib, saya bertemu dengannya di parkiran sepeda motor masjid Mardliyah. Saya memutuskan untuk menemaninya, karena saya lihat dia sendirian saja (coz belum punya “gandengan”). Emang truk?? punya gandengan segala. :mrgreen:

Setiap memasuki rumah sakit, sebenarnya hal ini semakin mengingatkan saya agar senantiasa bersyukur kepada Alloh. Bersyukur bahwasanya saya masih diberi nikmat oleh-Nya berupa kesehatan. Bila berkunjung ke rumah sakit, semakin menyadarkan saya bahwasanya sehat itu memang sangat mahal harganya. Karena, di rumah sakit ini ternyata masih banyak saya jumpai orang yang ditimpakan kepadanya suatu penyakit.

Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Alloh berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh.

Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya. Alloh berfirman yang artinya:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur,

pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,

dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),

maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS 14:7).

Oleh karenanya, mari kita jaga kesehatan kita. Karena sebentar lagi (kurang dari sebulan) bulan yang agung akan segera tiba. Bila kita sehat, tentunya kita dapat menyambut Ramadhan dengan gembira. Karena sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.

Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga, dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Alloh azza wa jalla, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Alloh azza wa jalla, bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi bukan malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Alloh azza wa jalla.

Apalagi saat ini kita sedang berada di awal-awal bulan Sya’ban. Mari kita perbanyak puasa pada paruh pertama bulan Sya’ban ini, untuk melatih diri kita sebelum memasuki bulan Ramadhan nanti. Sebagaimana Aisyah radhiyallahu anha berkata:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan

dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa

kecuali di bulan Sya’ban.” (Diriwayatkan Muslim)

Teringat pesan khatiib Jum’at sepekan yang lalu, kalau kita sudah terbiasa puasa senin kamis, ya dipertahankan. Syukur-syukur bisa nambah puasa putih/ayyamul bidh/pertengahan bulan (tiap tanggal 13,14,15 di bulan hijriyah). Atau kalau mau nambah lagi, bisa dengan melaksanakan puasanya nabi Daud, yang sehari puasa sehari nggak.

Wallahua’lam.

Iklan

16 thoughts on “ber-Syukur

  1. Hari ini saya puasa mas … syukur Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

    >>> ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah…”pemanasan” sebelum Ramadhan ya.

  2. Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan… ๐Ÿ™‚

    >>>
    yg mana ya? Saya rasa ndak ada.

    Bahkan, menghitung nikmat-Nya (dg kmputer tercanggih) pun, sy gk mampu. Suakingg okehe….

    AlhamduliLlah.

  3. ^_^ Jadi teringat lagunya Opick..!! hehehe..

    Syukur pengundang nikmat, kufur pengundang sengsara…!

    salam…

    lagunya yg bgmn yak?

    wa’alaykumussalam

  4. Nikmat sehat sering tak terasa. Banyak dari kita jadi lupa. Mudah-mudahan dengan membaca tulisan ini kita bisa mensyukurinya.
    Saya baru saja tiba dari mberuk mertua dari kakak saya yang menderita kencing manis di rumah sakit.

    >>>
    syafakaLlah… tuk mertua kakak bpk. Mg diberi ketabahan en kesabaran. Cpt sembuh.

  5. subhanllah walhamdulillah walalillahillah allahhuakbar….
    sepertinya bangs ini memerlukan sifat yang penuh bersyukur

    >>>
    ya Alloh, jadikanlah hamba yg senantiasa bersyukur. Sebagaimana Rasulullah, sampai kakinya bengkak2. Hanya untuk bersyukur pada-Mu yaa Rabb.

  6. bersyukur yuk dengan tdk menyia-nyiakan nikmatnya….
    thx ya udah kunjung balik….
    bagus nih ceritanya…

    >>>
    yuuukkk
    sama2, biasa blogwalker… ๐Ÿ™‚
    AlhamduliLlah.

  7. Mampir aja …. tolong buatkan saya teh manis hangat mas, haus nih ๐Ÿ™‚

    >>>
    monggo…monggo…pinarak.
    Haus? Emang ikutan lari jg mba’? BukanY cm jd panitya ajah :mrgreen:

  8. Puasa adalah ibadah yang paling bisa membuat manusia menjadi ikhlas, ibadah yang di nilai langsung oleh Allah…

    sepakat… begitulah. ๐Ÿ˜€

  9. bersyukur untuk semua karunia dan nikmat yang telah diberikan olehNya yang tak tak terhingga..
    semo9a kita sampai dibulan ramadhan yang penuh barakha nanti,dan ALLAH merahmati kita semua amiin..

    amiin…yaa Rabb. Nikmat mana yg kita dustakan!?
    empat hari lg insya Alloh Ramadhan.

  10. sebelum tidur, khudu renungan ntk segala nikmat Allah..
    nikmat mata..dengan mata kita bisa melihat berbagai keanekaragaman warna, ada warna merah, biru, hijau, dll..dan tidak sama warna hijau daun kelapa dengan hijau daun pisang, disini nikmat Allah akan mata dan masih banyak lagi..

    bener sekali. Me-muhasabah-i diri dulu, selama seharian atas apa yg telah kita lakukan.

    Trima kasih telah diingatkan dan atas apresiasinya. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s