Kasih Sayang [Pembantu]

Setelah melihat gambar diatas, jadi miris juga melihatnya. Tapi saya juga belom tau, apakah ini emang garapan seorang anak SD (tidak dibuat-buat-red) atau rekayasa. Coz, gambar ni saya dapet dari salah satu milis (kiriman mas Aris-red). Hanya sekedar ingin berbagi.

Kalo emang bener, sungguh kasihan sekali si anak. Sang anak sejatinya belom merasakan kasih sayang seorang ibu. Selama ini barangkali, kasih sayang dia dapatkan dari pembantunya bukanlah dari Ibunya. ๐Ÿ˜ฆ ouw so sad. Padahal Ibu adalah madrasah yang pertama bagi anak-anaknya. Lantas mengapa ini bisa terjadi?

Orang tua mana yang hatinya gak sakit dan kecewa, setelah melihat gambar diatas?ย  Marilah hal ini menjadi bahan evaluasi dan instropeksi bagi kita.

APA KATA DUNIA??? *** niru si Nagabonar ***

Iklan

21 thoughts on “Kasih Sayang [Pembantu]

  1. itulah permasalahannya
    ada banyak anak tak mengenal ibunya
    karena terlalu sibuk berkarir
    padahal jikalau bisa
    berimbanglah ๐Ÿ™‚

    ya begitulah. mengapa harus ‘malas’ mengurusi sang buah hati. ‘Repot’ sering dijadikan alasan.

  2. ^_^ Sungguh terlaaaaaaluu….!

    Ibunya kemana tuh? Apa sibuk mencari tambahan untuk mengepulkan dapurnya?? ck… ck… ck… Kasihan sekali tuh anak.

    hu uh. Semoga menjadi cambuk bagi ibunya.

  3. Haahhh???
    kasihan deh tuh anak!!!
    ngenot susu ibu kan lebih nikmat dari pada si pembantu!!!
    wekekekekek
    lam kenal yaw!!!

    lam kenal juga…

  4. sayang banget tuh anak. apalagi klo dah besar, pasti dia nyari2 oranng tua kandungnya…

    salam hangat dari sini ya..

    kalo orangtua kandung mungkin dia tahu. cuman, dia merasa kurang mendapat curahan kasih-sayang dari orangtua, terutamanya ibunya. maybe…

  5. Buat saya tugas ibu itu memang dirumah bukan dikantor …
    ๐Ÿ˜ฆ Sedih yah lihat gambaran anak-anak tentang fungsi ibu yang lama2 hilang dari benaknya.

    ah saya sok tahu …

    iya sedih nich ๐Ÿ˜ฅ
    gak sok tempe aja ๐Ÿ˜ณ

  6. wah fenomena aneh tapi nyata tuh … trs salah siapa coba ??? tp mndg jgn slg cari sp yg salah, introspeksi diri aja deh … hihihi

    aneh tapi nyata, percaya gak percaya….
    sepakat, ndak usah saling menyalahkan. mari qt jadikan bahan instropeksi ajah deh.

  7. itu dikarenakan bahwa anak2 sekareang lebih banyak diasuh oleh baby sitter..

    mknya jadi dibilang kasih sayang pembantu…..
    *apakah aku salah ??

    gak salah kok mas.

  8. astaghfirulloh…

    niy ada 2 kemungkinan..(I’LL be positive thinking…)

    setuju. selalu berbaik sangka (khusnudzon)

    1. mungkin pilihannya sesuai dgn apa yg dialaminya…ya kaliy aja ibunya sdh meninggal atw orangtuanya memang menyusukan ke pembantunya, krn dirasa aman dr fitnah perkotaan dan baik tuk membimbing akhlak anak trsbt….(ngikut cara pd jaman nabi dulu…nyunnah rek..he3)

    bisa jadi

    2. mungkin niy anak waktu nyentang lg ga konsen jg bisa, krn bosen, ngantuk, atau dia ga memahami soalnya..(kelas 1 SD kn?)… ๐Ÿ™‚

    mungkin juga. atau bisa juga dy beranggapan, kalo gambar wanita di soal gak mirip dg ibunya, tapi lebih mirip ke pembantunya. halah :mrgreen:

    mudah2an qt bs mendidik generasi penerus qt dgn lbh baik lg …aamiin.. ๐Ÿ™‚

    amiin

    Wallohu’alam…

  9. sungguh malang nasib anak-anak itu, dititipkan kepada seorang yag tiada hub. pertalian darah. orang tua sibuk sendiri dengan aktivitasnya, akibatnya sang anak jarang mendapat belai kasih dari ibu kandung. tak heran jika anak tersebut menjawab gambar tersebut adalah gambar seorang pembantu yang menyusui sang anak. bukankah anak menuliskan apa yang ia lihat, dan ia rasakan.

    terlihat keluguan dari anak tersebut.

  10. Kalau yang saya lihat semata2 mungkin masalah persepsi yang salah dari si anak. Di gambar terlihat seorang ibu dengan konde, kain dan pakaian tradisional, maaf, gambarnya mirip dengan seorang pembantu.

    saya kira juga begitu pak (awalnya). Jadi, mungkin yang ada di benak si anak, gambar pada soal lebih mirip ke pembantunya [barangkali].

    Mungkin, mungkin loh, si anak datang dari keluarga yang “modern” di mata si ibu selalu memakai celana, berlipstik, ber-make-up, rambutnya selalu ditata modern bahkan rambutnya dicat kebule-bulean. Mangkannya si anak menjawab “pembantu”, karena gambarnya mirip “pembantu”. Huehehehe…….

    ibunya tergabung dalam komunitas bucheri ya pak, alias bule cet sendiri *agak maksa nyingkatnya* :mrgreen:

  11. Ah ini bener-bener miris nih …

    Apa mungkin karena gambarnya begitu ya …

    Mungkin mesti digambar ibu dengan rambut yang di catok … atau di bonding … baru keliatan kalu ini Ibu ..

    Once again … ini miris …
    thanks yodama …
    salam kenal ..
    ini kunjungan balasan …

    >>> ๐Ÿ˜ฅ miris sangat ๐Ÿ˜ฅ
    bisa jadi karena gambarnya juga sih, pak.
    ibu2 jaman sekarang pada di-catok en di-bonding ya pak? ๐Ÿ™‚

    ur welcome pak.
    salam kenal juga. matur tengkyu kunjungan balasannya.

  12. mencoba melihat dari sisi lain:
    ada banyak kemungkinan, bisa jadi si anak kurang teliti, atau gambar perempuan dewasa dalam gambar tersebut tidak mirip ibunya, karena ibunya beramput panjang misalnya, atau berjilbab, dan kebetulan lebih mirip sama pembantunya… he…

    bisa saja kan??

    ato dia nggak punya ibu, yatim piatu, dll…

    allahu a’lam…

    >>>
    kemungkinan itu bs saja, spt pd komentar2 di atas. Yg jelas tdk usah saling menyalahkan. Jd pembelajaran saja ๐Ÿ™‚

    Syukron atas apresiasinya.

  13. Pembantu adalah Pahlawan Rumah Tangga….!

    >>>
    disingkat jd PRT ya mas ๐Ÿ˜€

    emang jasa mereka tdk bs dibilang “kecil” dlm suatu RT.

    Tp ttg pengasuhan anak ttp mjd tnggungjwb dr ortu. Jgn smua dilimpahkan ke mereka.

  14. Pada serius amat sih nanggepinnya……

    welcome, Den. Akhirnya ketemu jg url blogku ya.

    Iya ni serius amat, pdhl amat aja gk serius khan. :mrgreen:
    Ya sersan aja, serius tp santai.

    Kalo menurutku sih…itu cuma masalah penggambaran karakter dalam soal tersebut.

    Yg aku liat sosok Ibu di situ digambarkan dengan berkebaya dan “dandanan” yang bersahaja, dan mungkin sangat berbeda dengan sosok “Mama” dari si anak SD yang ngerjain soal itu.

    Gak salah juga sih Sosok ibu digambarkan seperti itu.

    Cuma ya itu tadi. Bagi si Bocah, gambar tadi tidak membawa dia ke sosok “Mama”nya. Justru mengingatkan dia kepada sosok pembantunya. ๐Ÿ™‚

    Dan jgn juga buru-buru prihatin dengan gambaran ini, karena siapa tau yang dia tangkap adalah gambaran “Kasih sayang seorang ibu – yg dalam hal ini adalah pembantu – kepada anaknya”.

    ๐Ÿ˜€

    sepakat! Analisisnya logis. Gambarnya emang bs multitafsir.

    Btw, jgn lp peace en love-nya dijaga ya… hihihi ๐Ÿ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s