Selamat Jalan Sobat

Ya Alloh,

sesungguhnya Ngisa bin Eko Purwanto,

telah berada dalam tanggungan-Mu,

dan tali kedekatan dengan-Mu,

maka lindungi dia dari siksa kubur dan siksa neraka,

karena Engkau Dzat yang memenuhi janji dan benar.

Ya Alloh,

ampunilah dia dan sayangilah dia,

karena Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Ya Alloh,

ampunilah orang-orang kita yang masih hidup,

orang-orang kami yang telah meninggal dunia, anak kecil kami, orang dewasa kami,

orang laki-laki kami, orang wanita kami, orang yang bersama kami, dan orang yang tidak bersama kami.

Ya Alloh,

orang yang engkau hidupkan di antara kami maka hidupkan di atas Islam,

dan orang yang Engkau wafatkan dari kami maka wafatkan di atas iman.

Ya Alloh,

jangan haramkan kami atas pahalanya,

dan jangan sesatkan kami sesudahnya.

Itulah doa yang kami panjatkan untuk sahabat yang telah pergi meninggalkan kami semua. Hari kamis pagi (17/07/08), sahabat kami ini menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju ke kota pelajar. Perjalanan ke kota tersebut untuk menyelesaikan studi akhirnya (pendadaran-red) dan meraih gelar sarjana muda. Tapi Alloh memiliki rencana lain.

Sebalumnya, pada kamis pertengahan malamnya, kami tiba di rumahnya untuk berta’ziyah. Kami disambut oleh keluarganya yang masih larut dalam kesedihan. Meskipun kami tidak dapat mengantarkan sahabat kami ini ke tempat peristirahatannya, kami hanya meminta ampunan dan mendoakannya seperti doa diatas.

Ta’ziyah ini kami maksudkan agar membuat keluarga mayit terhibur dan bersabar dengan sesuatu yang bisa meringankan musibah yang mereka terima, mengurangi kesedihan mereka. Ta’ziyah dapat dilakukan dengan perkataan apa pun. Di antara bentuk ta’ziyah ialah ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada salah seorang putrinya yang mengutus seseorang kepada beliau dengan membawa berita tentang kematian anaknya,

“Sesungguhnya Aloh berhak atas apa yang Dia ambil, bagi-Nya apa yang telah Dia berikan, dan segala sesuatu mempunyai ajal tertentu di sisi-Nya. Maka bersabarlah, dan simpanlah (pahala kesabaranmu) di sisi Alloh.” [Diriwayatkan Al-Bukhari]

Salah seorang generasi salaf menulis surat mnta’ziyah seseorang karena kematian anaknya. Dalam suratnya, ia berkata,

“Dari Fulan bin Fulan. Salam sejahtera untukmu. Aku memuji kepada-Mu, ya Alloh yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia saja. Amma ba’du, semoga Alloh memperbesar pahala untukmu, memberimu kesabaran, memberiku dan engkau sifat syukur, karena sesungguhnya diri kita, dan keluarga kita adalah pemberian sementara Alloh, dan pinjaman-Nya yang akan diambil. Semoga Alloh memberi kenikmatan kepadamu dalam itu semua dan mengambilnya daripadamu dengan ganti pahala yang besar. Doa. rahmat, dan petunjuk akan engkau dapatkan jika engkau bersabar. Bersabarlah dan jangan keluh-kesah, karena keluh-kesah menghanguskan pahalamu, dan membuatmu menyesal di kemudian hari. Ketahuilah bahwa keluh-kesah itu tidak bisa menghidupkan orang yang telah meninggal dunia dan tidak bisa mengusir kesedihan. Apa yang terjadi, biarlah terjadi, dan semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu.”

Bisa jadi ta’ziyah cukup dengan ucapan,

“Semoga Alloh memperbesar pahala untukmu, membalas kesabarnmu, dan megampuni mayitmu.” Kemudia orang yang dita’ziyahi menjawab, “Amiin, semoga Alloh memberimu pahala dan aku tidak melihatmu dibenci.”

Kepulangan sahabat kami ke tempat kelahirannya (sekitar 175km dari Jogja) ini dalam rangka untuk meminta restu orangtua, karena hari Jum’atnya dia akan ujian akhir untuk menyelesaikan pendidikannya. Subhanalloh.

Alloh selalu punya rencana yang lebih baik. Untuk mengecap sebuah kenikmatan dan membahagiakan orangtua yang telah menyekolahkan kita, kita rela menempuh perjalanan jauh untuk sekadar mencium tangan keduanya, dan mendapatkan restu dari mereka. Semoga kau mendapatkan itu sahabat, mendapatkan yang lebih baik dari sebuah lembar ijazah kelulusan, mendapatkan tempat terbaik di sisi Alloh. Doa kami menyertai kepergian seorang pejuang. Semoga Alloh mengangkat derajatmu beberapa derajat karena ilmu yang kau miliki. Amiin.

Iklan

11 thoughts on “Selamat Jalan Sobat

  1. Innalillahi wa inna illiahi roji’un…semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Alloh SWT…dan smg keluarga yg ditinggalkannya diberi ketabahan,kekuatan iman dan islam..

  2. Innalillahi wa inna illaihi roji’un…semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Alloh SWT…dan smg keluarga yg ditinggalkannya diberi ketabahan,kekuatan iman dan islam..

  3. innalillahi wa inna illaihi raji’un.
    semua yang hidup pasti akan menemukan ujung kehidupannya. Hanya Dialah yang maha kekal. Mudah-mudahan kabar ini menjadi pengingat bagi kita yang masih diberikan nafas untuk menjalani hidup hari ini

  4. saya turut berduka cita…
    jadi teringat dengan seorang sahabat saya yang telah telah menghadap-Nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s