berhematlah kawan

Saya baca info di situs detikfinance, bahwasanya PT. PLN (Persero) mulai mengumumkan lokasi-lokasi mana saja yang akan mengalami pemadaman bergilir selama dua pekan, yaitu pada 11-25 Juli 2008. Pemadaman dilakukan karena adanya perawatan pipa gas pemasok PLTGU Tanjung Priok dan PLTGU Muara Karang.

Mulanya saya kira, pemadaman bergilir bakal melanda sistem kelistrikan Jawa-Bali. Bisa berabe kalo gitu, coz akan menghambat progress pengerjaan skripsi nih. Ternyata, hanya untuk wilayah Jakarta dsk (baca: dan sekitarnya). So, buat warga Jakarta, baik yang legal maupun ilegal, bersiap-siaplah. Tanpa listrik, emang repot! Kalo kita liat lagi peralatan-peralatan yang kita gunakan saat ini, apa sih yang gak pake listrik? Bisa dibilang, listrik merupakan komponen yang vital, baik bagi pribadi maupun perusahaan sekalipun. Mungkin kalo ada duit, bisa beli Generator Set (GenSet) untuk mengantisipasi pemadaman listrik. Sedia payung sebelum hujan gitu.

Emang, dewasa ini, Indonesia sedang dilanda krisis energi. Pemerintah, sebelum menaikkan harga BBM, bahkan sudah mengkampanyekan untuk menghemat energi. Sudah sejak lama, PLN sudah mengkampanyekan untuk menghemat listrik (matikan yang gak perlu) dari pukul 17.00-22.00, dengan mengurangi 50W sudah cukup. Tapi tampaknya, pemadaman bergilir ini tidak dapat dielakkan lagi. Saya kira masyarakat tidak dapat berbuat banyak. Coz, di negara kita ini, listrik “dimonopoli”. Jadi ya, kekuasaan tertinggi berada di tangan penguasa (baca: yang memonopoli). Jadi, konsumen gak ada pilihan lain.

Namun lain ceritanya, bila operator listrik di Indonesia juga menjamur seperti operator telekomunikasi. Kita tentunya punya banyak pilihan untuk memilih operator mana yang kita mau. Kutempetahu yang kumau 😀 Tentunya dengan adanya suasana kompetensi, operator listrik berlomba-lomba untuk memberi pelayanan yang terbaik tuk konsumen.

Jadi, mulai berhemat aja deh mulai sekarang. Selain krisis listrik, kita juga krisis energi secara umum. Apalagi, dulu sempat heboh dengan penemuan blue energy oleh pria asal Nganjuk, Djoko Suprapto. Yang ngakunya, bisa bikin minyak mentah dari air. Lalu, dari biang minyak itu bisa dihasilkan bahan bakar mulai dari minyak tanah hingga avtur. Wow!! Bahkan sang presiden (baca:SBY) pun terpukau. Temuan “dahsyat” ini (jika benar tapi ya-red) bisa meruntuhkan perusahaan minyak multinasional dan mengguncang dunia. Kalo saya sendiri malah kurang yakin kalo pak Djoko itu tukang insinyur. Masak iya sich??? Setelah santer berita mengenai raibnya pak Djoko ini, presiden kabarnya masih memberikan kesempatan agar proyek blue energy itu dilanjutkan hingga Agustus 2008. Harapannya tentu saja bisa “launching” pas HUT RI setelah pada bulan Mei lalu gatot alias gagal total.

Ngomong-ngomong tentang hemat, di kota berhati nyaman ini juga ada seruan untuk berhemat BBM, seperti gambar di bawah ini.

hemat BBM

hemat BBM

Itu, lokasinya di perempatan pingit, tepatnya di Jln.Jenderal Sudirman. Saya lihat, sudah ada beberapa warga yang “terhasut” dengan seruan itu. Biasanya sih pengendara motor yang “nurut” dengan seruan tersebut. Sedangkan kalo yang naik mobil, saya belum menemukannya. Kalo naik mobil khan kalo mesin mati maka AC juga mati, tambah panas aja di dalem.

Jadi, berhematlah mulai sekarang. Matikan yang gak perlu (untuk listrik), matikan mesin motor saat di perempatan (perkirakan timingnya juga). Mungkin selama kita belum berhadapan dengan krisis ini (baca:kesusahan), kita terlena dengan “fasilitas wah” yang kita miliki. Masih banyak pemborosan yang kita lakukan. Tapi itulah makhluk bernama manusia ini, tempatnya alpa dan khilaf. Kalo belum terasa dampaknya secara langsung, belum tergugah untuk berubah. 😀

Iklan

4 thoughts on “berhematlah kawan

  1. salam……
    berlaku secara tidak berlebihan….
    pesan ‘sang kekasih’ kang Yodama,
    kekasih manusia,,,

    semoga selalu dijadikan hamba yang selalu
    mencintai syukur…:)

  2. salam
    Duh ini menurutku sangat mendzalimi, tadi nyimak berita di TV bahwa banyak pengusaha kecil merugi karena ini, susu segar yang biasa diproduksi jadi basi, dampaknya buruk banget klo kelamaan sisitem begini, bisa-bisa mematikan usaha mikro 😦 *bingung*

    ya mo gimana lagi. tapi, katanya ada SKB 5menteri kalo jam industri dipindahkan dari hari senen-jum’at ke sabtu-ahad.
    eniwei, cuman bisa berdoa moga krisis energi ini mampu kita lalui… amiin. dan kita juga berhemat lah jangan terlalu boros.

  3. PERCUMA saja klo kt terus bicara ‘parah-nya’ negara kt yg tercinta ini. Krn mmg pemerintah kita TIDAK MAU m’p’baiki sgala sesuatu. BUKAN tidak bisa. Byk org pintar yg duduk di pemerintahan, tp mereka mmg TIDAK MAU m’p’baiki ini semua. Mrk sudah sgt sibuk cari kesempatan slama mereka menjabat disana.

    SARAN sy:
    bila ada kesempatan utk pindah ke luar-negeri, kejar itu! Mgk sy terdengar spt main2, tp coba aja kt renungkan knp kt msh mau b’tahan dinegara kelahiran kt ini? Apa kt jg mau anak2 kt ngalami semua ini? Rasanya alasan plg kuat hanya: Krn smua sodara2 kt ada disini.

    Yah, ini hny sekedar SARAN bila kita semua ingin hidup yg lebih baik. Walau tgl di LN jg ada tantangan hidup yg berbeda.

    tapi, saya masih memimpikan Indonesia nanti bisa makmur, sejahtera. Semoga bukan hanya sekedar angan-angan saja tentunya.

    Jadi, teringat pernyataan salah seorang dosen saya malah. Beliau menyatakan bahwasanya, MPR/DPR itu sebenarnya gak perlu ada. Beliau menyarankan, paling gak “isinya” MPR/DPR diganti dengan sekumpulan profesor-profesor. Jangan seperti sekarang ini, yang bahkan lulus SD saja tidak, atau malahan beli ijazah untuk dapat menjadi ALEG. Saya hanya mantuk-mantuk saja mendengar pernyataan dosen saya tersebut. Sepertinya idenya boleh juga.

    Tentang usulan ke LN, boleh juga. Tapi, saya masih terpikir untuk menuntut ilmu disana (sekolah) or mungkin bisa bekerja (sementara). Dan, tidak menetap selamanya. Tetap ingin balik ke negara asal lah, INDONESIA. Tapi, saat ini belum ada biaya untuk kesana dan juga kesempatan. 😀

    eniwei, terimakasih atas sarannya tadi. pak/mas/bu/mbak. 🙂

  4. Saya mau hemat berbicara mas … sudah beberapa bulan ini saya lebih memilih diam, entahlah.

    >>>
    ada yang bilang diam itu emas.
    dan juga sebagaimana nasehat Lukman kepada anaknya, bahwasanya:
    “Wahai anakku, sesungguhnya orang yang menyayangi akan disayangi, dan orang yang diam akan selamat, dan orang yang berkata kebaikan akan beruntung. dan barangsiapa yang berkata kebatilan yang kemudian tidak dapat mengontrol lisannya maka ia akan menyesal.”

    salah seorang sahabat saya pernah berkata, “Bergeraklah…karena sesungguhnya diam itu mematikan”

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s