Jangan Remehkan Kebersihan Keyboard dan Mouse

Meskipun terlihat bersih karena sering digunakan, bukan berarti keyboard ataupun mouse komputer Anda benar-benar bersih. Kedua komponan itu merupakan tempat ideal bagi bersemayamnya berbagai bakteri.

Seberapa seringkah Anda membersihkan keyboard dan mouse komputer di rumah maupun di kantor?

Sekotor apapun keyboard komputer Anda, sepanjang tombol-tombol masih mampu meng-input huruf, angka, simbol, ataupun perintah, tidak ada masalah dengan kinerja komputer Anda.

Begitupula dengan komponen mouse, sepanjang tombol klik kiri, klik kanan, dan scroller-nya masih berfungsi, kebersihan mouse tak berpengaruh terhadap kinerja komputer.

Pertanyaan di atas lebih berkaitan dengan higienisme tangan Anda dalam menggunakan komputer. Komponen komputer yang manakah yang paling sering Anda pegang? Jawabannya pasti merujuk ke keyboard dan mouse.

Bisa jadi, karena intensitas penggunaannya sanggat tinggi, tombol dan mouse komputer Anda terlihat bersih. Hal itu karena secara tidak sengaja jari dan telapak tangan Anda berfungsi seperti kain pembersih untuk menghilangkan debu yang menempel di permukaan tombol keyboard ataupun mouse.

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau sebagian orang berpikir tidak perlu membersihkan keyboard dan mouse secara berkala, karena selalu terlihat bersih setiap hari.

Padahal, kenyataanya tidaklah demikian. Sebuah riset yang dilakukan Kingmoor Technical Services untuk majalah komputer Which? Computing dari Inggris menunjukkan bahwa keyboard komputer lima kali lebih kotor dibandingkan dengan dudukan toilet.

“Selain itu, ambang batas bakteri pada keyboard 150 kali lebih tinggi dibandingkan dengan dudukan toilet,” tulis laporan yang dilansir di situs Which? Computing tersebut.

Riset itu menyebutkan bahwa keyboard menjadi sarang paling nyaman untuk bakteri Escherichia Coli (E Coli) Staphylococcus Aureus (S Aureus).

Dalam dunia kedokteran, E coli dikenal sebagai bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan, seperti diare dan gejala sakit perut lainnya. Sedangkan bakteri S Aureus merupakan bakteri penyebab impetigo (pembengkakan pada lapisan epidermis kulit), furuncle (radang di jaringan subkutan), dan carbuncle (peradangan yang meluas dan mengenai folikel rambut).

Jadi, secara tidak sengaja Anda sehari-hari berteman akrab dengan kedua bakteri tersebut. Bayangkan, setelah menggunakan komputer, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu Anda Anda mengunyah makanan dengan tangan telanjang.

Debu & sisa makanan

Pernahkan mengalami diare, padahal Anda merasa segala sesuatunya sudah higienis? Mungkin Anda pernah terkena infeksi kulit dan hanya bisa mengobatinya tanpa menemukan sumber penyebabnya. Bisa jadi, semua itu bermula dari komputer yang sehari-hari Anda gunakan.

Bagaimana kedua bakteri tersebut bisa bersemayam di keyboard dan mouse komputer? Riset Kingmoor Technical Services tersebut mengungkapkan tiga faktor penyebab bersemayamya bakteri di keyboard, yaitu keengganan pengguna komputer mencuci tangan setelah buang air, sisa makanan, dan debu.

Memainkan keyboard dan mouse sehabis buang air kecil-apalagi buang air besar-tanpa mencuci tangan dengan bersih sama saja dengan memindahkan bakteri ke kedua komponan komputer tersebut. Debu juga sering dijadikan kambing hitam sebagai salah satu media penyebar bakteri E Coli dan S Aureus.

Yang tak kalah pentingnya adalah kebiasaan makan sambil memainkan komputer. Tanpa sadar, seringkali sisa makanan tertinggal di tombol atau terselip di sela-sela tombol. Sisa makanan merupakan media favorit bagi bakteri E Coli.

Terlepas dari itu semua, mengkonsumsi makanan dengan tangan telanjang sangat berisiko terhadap potensi gangguan penyakit perut. Oleh karena itu membersihkan tangan sebelum makan sering merupakan sebuah anjuran yang tidak boleh kita anggap remeh.

Pesan yang bisa kita tangkap dari temuan riset itu adalah agar kita senantiasa membersihkan keyboard dan mouse secara berkala untuk meminimalkan dampak buruk bakteri E coli dan S Aureus. (sutarno@bisnis.co.id)

Sutarno
Bisnis Indonesia

Sekedar tambahan :

“Riset Kingmoor Technical Services tersebut mengungkapkan tiga faktor penyebab bersemayamya bakteri di keyboard, yaitu keengganan pengguna komputer mencuci tangan setelah buang air, sisa makanan, dan debu. Memainkan keyboard dan mouse sehabis buang air kecil-apalagi buang air besar-tanpa mencuci tangan dengan bersih sama saja dengan memindahkan bakteri ke kedua komponan komputer tersebut.”

iiiihhhhh, jorok banget yach… masak abis buang air, tangan gak dicuci dulu…..

Sumber: dari sini

Iklan

3 thoughts on “Jangan Remehkan Kebersihan Keyboard dan Mouse

  1. jadi takut ni. Kalo mang bener sepeerti itu kayaknya mulai sekarang harus lebih rajin bersiin komputer nich

    ya paling gak lebih menjaga kebersihan mouse dan keyboard lah…. Tapi emang Alloh itu Maha Besar. Mata manusia diciptakan tidak mampu untuk melihat benda2 yang sangat kecil sekali (mungkin dalam orde mikro or nano). Coba kalo mata manusia mampu melihatnya, niscaya kita pasti mungkin jijik melihat begitu banyak bakteri di keyboard, mouse, hape, dll.

  2. trus cara mbersihinnya gm?…bakteri kn harusnya dikasih antibiotik..kl cuma dilap aja dia bisa survive..so gm dunk solusinya? boleh pake alkohol ga?.

    ehmmm… yang jelas sih itu tadi, kebersihan tangan kita harus selalu terjaga(tapi ini sulit… 😀 ). Kalo kata orang2 kedokteran khan mencegah lebih baik drpd mengobati. Jadi ya, sebelum megang keyboard or mouse, cuci tangan dulu kali ya… (tapi repot ya).

    pake alkohol, heemm boleh2 aja. Tapi dikasih ke lap or kapas. Namanya juga perangkat elektronika, khan rentan terhadap cairan. Bisa-bisa rusak ntar (korsleting). Jadi, ya hati2 kalo ngelapnya dengan alkohol.

    Ato kalo pengen yang lebih safe ya pake vacuum cleaner kecil yang tinggal colok ke port USB untuk catudayanya. Lumayan lah untuk membersihin debu2 yang nempel. Tapi, kurang tau juga, kira2 bakterinya ikut kesedot juga gak ya??? 🙂

    Btw, kalo mbunuh bakteri bisa dengan antibiotik ya?? antiobiotik bentuknya apa ni (tablet/kapsul/cair??)
    Kalo cair, brarti tinggal dilap aja donk.

  3. iya kl bakteri di tubuh pk antibiotik..tp kl bakteri yg di luar bisany pk desinfektan…bisa pake alkohol dsb..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s