
Tulisan itulah yang saya baca siang tadi, di salah satu papan informasi di sayap utara masjid kampus UGM, selepas sholat Jum’at. Menginspirasikan saya untuk menjadikan judul postingan kali ini.
Bila kita bicara soal valentine, maka akan sangat erat sekali dengan kata cinta. Identik! Biasanya cinta antara dua sejoli yang dimabuk asmara. Mudah sekali untuk melafalkan kata cinta. Tanpa pikir panjang, sebuah ketertarikan dan rasa suka akan segera menggerakkan lidah ini untuk melafalkan kalimat,
“Aku cinta padamu, sayang.”
“I love you, darling.”
“Aku tresno kowe, dek.”
Dan ratusan kalimat dalam berbagai versi tentu saja. Silakan anda tambahkan sendiri.
Tapi tak banyak yang paham apa itu cinta? Lebih sedikit lagi yang mencari tahu tentang hakikatnya. Sudah banyak orang yang berusaha mendefinisikannya, tapi terkadang kalimatnya sangat sulit untuk kita cerna. Beruntunglah ada Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, penulis buku Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu (Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin). Dalam buku ini, dikupas tuntas tentang permasalahan cinta. Komplit…plittt…plittt! Ada kaidah sederhana dari beliau:
Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab.
Kaidah cinta Ibnu Qayyim ini mengajarkan bahwasanya sebab adalah nyawa bagi cinta. Sebab sembarangan hanya menumbuhkan cinta sembarangan. So, cinta yang abadi memerlukan sebab yang abadi, begitulah kesimpulannya. Adalah dusta jika kau berkata cintamu abadi, padahal sebab cintamu hanyalah kecantikan fana, kekayaan sementara, atau perangai sandiwara.
Kembali ke soal valentine. Fenomena yang terjadi pada valentine’s day ini adalah naiknya omset coklat, boneka, bunga, bahkan alat kontrasepsi. Remaja berbondong-bondong mendapatkan coklat demi sang kekasih.
Kita semua sudah banyak mendapati bahasan bahwasanya perayaan valentine ini berasal dari agama paganisme yang najis lalu dihidup-hidupkan oleh pemuka-pemuka agama Nasrani yang bodoh dan seenak perut menentukan tatacara ibadah. Sehingga kini ia menjadi alat kapitalisme untuk memasarkan produknya dengan memeras para remaja. Menurut Shofwan Al-Banna, rekan SMU saya dulu, pernah menulis dalam lembar buletin di SMU,
“Hanya ada dua jenis manusia yang merayakan valentine: kapitalis yang keji, dan orang bodoh yang tertindas.”
Saat ini kita sudah dikepung oleh materialisme-kapitalisme. Yang mengajarkan bahwa kemuliaan dinilai dengan kekayaan dan harta. Jangan sampailah kita menjadi korban berikutnya, yang membuat kita menjadi boros.
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya.” [Al-Israa’: 27]
Apa cinta harus dibuktikan dengan sepotong coklat dan hanya dalam tempo satu hari saja? Jangan-jangan, benda kecil semacam coklat ini malah membuat kita bersaudara dengan setan. Na’udzu billahi min dzalik.

Sementara itu….di belahan bumi lainnya, tepatnya di bumi Palestina. Sebuah negara yang saat ini tersayat sembilu. Setelah selama 22 hari, dibombardir oleh zionis laknatullah ‘alaih. Keadaan pemuda Palestina, urusan mereka adalah hidup mulia atau mati syahid. Hanya ada dua kemungkinan itu. Bukan coklat apa yang akan kuberi? Melainkan bagaimana aku dapat hidup hari ini? Dari situs eramuslim, diberitakan dengan judul “Tak Ada yang Dimakan, Warga Gaza Makan Rumput”. Bayangpun! Realita yang bertolak belakang jika melihat apa yang saat ini dialami oleh mereka. Kontras! Kita hidup di negeri yang mayoritas muslim malah disibukkan dengan perayaan ‘kau tahu apa’ di tanggal 14 Februari.
Ubahlah bahwasanya tiap saat merupakan momen kasih sayang yang tak boleh terlewatkan. Ingat 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) merupakan kebiasaan yang harus kita lakukan dimana saja dan kapan saja.
Be my anti-valentine?
Palestine berduka, valentine Berjaya??
^_* end *_^
Sumber Inspirasi:
1. Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
2. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Salim A.Fillah
3. Tulisan di mading sayap utara Maskam UGM
*postingan yang tertunda…just because “code changes” notice in my dashboard…








taK pernah merayakan valentine..
coklat dan bin9kisan lainya tak harus menun99u 14 feb..
tidak ada rumus Valentine dalam kamus pemuda muslim.
so, say no to “valentine”
PALESTINE “YES”, VALENTINE “NO”
Aku cinta padamu mas …
*dibekep*
Valentin tuh malah skarang jd hari maksiyat. Gila, mungkin karena hari kasih syg, jd hal apapun sja dlakukan untk menunjukan ksh sygnya..
Mm..saya punya temen, dia jg mrayakannya dg ‘bgituan’ pas valentine, harinya pas lg, sabtu, malam minggu, wuih, dan dia crita lg, di jalan kaliuran, dr kam 14-22 yang bnyk motel dan wisma dsna, pada malam itu smwa full..masyaAllah!! Nggak suuzan si, tp kalo tmen saya sndiri bgtuan di salah satu kamar wisma, apalagy org2 lain yg saat hari itu mw nunjukin rasa syg itu, gila! Gilanya, kok tmen saya cerita? Dia kok mlah bangga ya? Weladah..dasar pmuda jaman skrang ini,huff
Ioa, tentang palestin, luv U !! Saya disini hanya bs membantu dg doa,,smoga mereka dberi ketabhan dan kemenangan, amin..
Nice info
Hehe.. Iya nih aku ga pernah ngerayain valentine. Emang penting ya? lagian dulu pernah baca sejarahnya kenapa sampe ada hari valentine, bener2 ga masuk akal kalo sampe ada yang ikut merayakannya. Budaya latah aja sih sebenernya hehe..
Palestine yesss…..
Valentino Rossi juga oke….
Valentine’s day…..ogah ah…
ga merakayakn siich…tapi dapet kiriman coklat…yo wis lah dimakan saja..daripada terlantar kan kasihan tuh coklat…hihihihi…
guys…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..
akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..
IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^
http://ibsn.web.id/3rd-ibsn-blog-award
heuuh.. miris kawan..miris… *ngusep2 leher*
Kenapa kok harus palentine gak ada acara laen pa???
eh mas, palentin apa sih? ndak tau saya nih….
Assalamu’alaykum, akhi. Apa kabar? Sudah lama aku ga main ke sini.
* berusaha menerapkan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun)*
tetap menebarkan kasih sayang, bukan sekedari hanya di hari valentine
yup, taman orang-orang jatuh cinta bukunya bagus. valentine ya? tidak usah dirayakan…
yeah say no to valentine’s day
kasih sayang gak harus nunggu tanggal 14 Februari
Btw salam kenal yah
Hari kasih sayang? itu cuma casingnya ja……sebenarnya itu hari buat ngerayain penggedenya orang kristen…….
Kalo orang islam ngerayain Valentine tapi giliran ngerayain maulid malah gak ngerayain berarti itu orang Baut Otaknya ada yang lepas………….
Salam kenal mas Yodama, mampir ketempat saya yaaaaa
kita pada tanggal 14 feb orang 2 berbicara cinta, aku malah hampir nyungsep! hallaaaah
http://cipstuff.blogspot.com/2009/02/terserempet.html
wah telat gabung, aku juga boikot valentin
Asyiiik..dapet coklat lagi dari temen jemputan
di mam pake capucino enak nich keknya…
mari kita tunjukkan rasa cinta kita pada saudara kita di palestina…
gak pernah ikutan ngerayain valentine,,,
ga peduli ama palentine,,
rasa cinta timbul tiap saat,,bukan tanggal 14 feb aje,,
bener ga?
Ga bole ikut-ikutan……….
untukmu agamamu dan untukku agamaku…
Aku ga ngerayain valentine… tapi kok masi bny juga ya yang ngirim ucapan met valentine palagi lewat hp.. (heee GR)… BTW uda langsung dibalas kok klo ika ga ngerayain valentine.. seeppp…!!!
PALESTINE YES!!
PALENTINE NO!!
sunggug keadaan yang sangat kontras,salam kenal mas
ayo kencangkan ikat pinggang dulu
udah over Lap lho……
berusaha ya…
warning
ayo kencangkan ikat pinggang dulu
udah over Lap lho……
berusaha ya…
2010 dan pord tuo “baca dibalik” be carrefull
12 rabiul awal, ada momen menarik untuk menambah kebaikan… selamat rabiul awal…!
Setuju Nasruni
PALESTINE YES!!
PALENTINE NO!!
aku jg sebenernya ga pernah ngerayain valentine, krn itu bukan hari rayaku, ataupun hari raya agamaku. dan aku orang indonesia asli, jd ga ngeh mengenai budaya itu.
tapi, pas palentin srg dapet ucapan selamat, dapet boneka, coklat, kue2, bunga dari temen2.. (bukan dari pacar lho, cln suamiku ga kenal palentin), aku cuman bilang “maaf, aku ga merayakan”, sambil senyum2 jengkel gitu..
Saya Milih Palestine. Hehe
ISRAEL………………NO
PALESTINA…….YES.
VALENTIN OGAH AH………
AQ KAN MUSLIM BUKAN ORANG YAHUDI…….AQ TAK MAU NGRAYAIN YANG NAMANYA VALENTIN AQ DUKKUNG IKHWAN&AKHWAT YANG MENOLAK VALENTIN.