Ramadhan telah berakhir. Telah pergi meninggalkan kita semua. Ramadhan, bulan yang sering juga disebut sebagai bulan kemenangan. Dan pada hari Rabu lalu, pemerintah memutuskan 1 Oktober 2008 persis bertepatan dengan tanggal 1 Syawal 1429 H. Lantas bendera apakah yang dikibarkan umat Islam? Bendera kemenangan kah? Ataukah bendera kekalahan?
Banyak ditemukan kenyataan, bahwasanya begitu banyak bendera kekalahan yang dikibarkan oleh sebagian besar kaum muslimin. Hal ini yang menjadi suatu ironi. Bagaimana mungkin kita 30 hari berada di bulan kemenangan, tapi kemudian di ujung bulan kemenangan ini yang dikibarkan adalah bendera kekalahan? Sebuah antiklimaks yang amat sangat menyayat tentunya. Fenomena ini berulang dari tahun ke tahun, dari Ramadhan ke Ramadhan. Meskipun sehari yang tersisa ini kita berharap mudah-mudahan pengalaman-pengalaman tahun-tahun yang lalu tidak terulang kembali. Kita tentu ingin menyaksikan pada tanggal 1 Syawal nanti, seluruh kaum muslimin mengibarkan bendera kemenangan bukan bendera kekalahan.
Tapi, kalau bercermin dari tahun-tahun yang sudah, kita sering melihat begitu tanggal 1 Syawal tiba menyapa, yang terjadi begitu banyak kaum muslimin mempersilakan dirinya dicabik-cabik, dipermainkan oleh hawa nafsunya. Ini terlihat dimana-mana ada kegiatan digelar pesta memanjakan hawa nafsu. Itu yang kita saksikan saat tanggal 1 Syawal tiba.
Ini semua hanya mengingatkan kita, betapa nanti saat akhir Ramadhan memang akan membagi umat Islam, kaum muslimin ini, terbagi menjadi 3 golongan. Kita tentu sangat berharap agar dapat masuk golongan yang ketiga. Jangan sampai termasuk golongan yang pertama maupun yang kedua.
Golongan pertama adalah golongan yang celaka. Mereka ini adalah orang-orang yang ketika datang bulan suci Ramadhan tidak ada perubahan yang berarti. Tetap malas beribadah, tetap malas sholat, enggan untuk melaksanakan puasa. Jadi, ada atau tidak adanya Ramadhan, bagi mereka tidak ada bedanya.
Golongan yang kedua adalah golongan yang nasibnya amat sangat malang. Mereka ini adalah orang-orang yang ketika datang bulan suci Ramadhan, mereka mengalami sebuah perubahan. Yang tadinya jarang ke masjid, tiba-tiba jadi rajin ke masjid. Yang semula enggan untuk sholat berjama’ah, jadi rajin untuk sholat berjama’ah. Yang semula malas untuk menunaikan sholat-sholat sunnah, jadi bersemangat untuk menunaikan sholat-sholat sunnah. Tarawih tidak pernah ditinggalkan. Kita bisa melihat dimana-mana masjid penuh. Shadaqah juga begitu ringan untuk dilaksanakan. Baca Al-Qur’an juga bisa khatam dalam sebulan. Itu ketika Ramadhan. Tapi, begitu selesai Ramadhan, selesai semuanya. Masjid kembali menjadi sepi. Semua kegiatan kembali ke asalnya. Dan katanya, golongan yang kedua ini termasuk golongan yang paling banyak. Oleh karena itu, kita tidak ingin untuk masuk ke golongan yang kedua. Kita ingin masuk ke golongan yang ketiga.
Golongan ketiga, yaitu orang-orang yang ketika datang Ramadhan terjadi perubahan. Ada perubahan diri, bersemangat sebagaimana golongan yang kedua. Tapi, bedanya dengan golongan yang kedua adalah ketika selesai Ramadhan masuk bulan Syawal, betul-betul dipahami Syawal itu sebagai bulan peningkatan diri. Amalnya menjadi lebih baik, setidak-tidaknya istiqomah, sebagaimana yang dilakukan di bulan Ramadhan. Kalo di bulan Ramadhan dikhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan, maka itulah yang akan dilakukan dalam bulan Syawal, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan seterusnya nanti. Jadi akan terus berusaha menjaga keistiqomahan kebaikan-kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan. Inilah golongan yang selamat. Golongan yang beruntung.
Sebagai penutup, meskipun [sangat] terlambat, mata tak saling menatap dan jemari tak saling bertaut, saya mengucapkan:
TAQOBALALLOHU MINNA WA MINKUM
BILA ADA POSTINGAN MEMBEKAS LARA,
ADA KATA MERANGKAI DUSTA,
DAN ADA KOMENTAR MENOREH LUKA,
“MAAF” ADALAH SIKAP MULIA
MOHON DI-ISHLAH-KAN DARI SEGALA KESALAHAN
SELAMAT HARI RAYA ‘IDUL FITRI 1429 H
Versi Jawa:
SUMINARING SURYO IDUL FITRI,
SESARENGAN PETHUKING CINANDRA LAN RESIKING MANAH,
NGATURAKEN AGUNGING SAMUDRO PANGAKSAMI ATUR SOHO TINDAK TANDUK,
MUGIO SAMI RAHAYU,
WILUJENG LAN KACURAHAN BERKAHING GUSTI.
MUGIO LEBUR KELEPATAN ING DINTEN INGKANG FITRI PUNIKA.
AMIIN.
Versi English:
A SQUARE HAS 4 ENDS,
A TRIANGLE HAS 3 ENDS,
A LINE HAS 2 ENDS,
BUT OUR FRIENDSHIP HOPEFULLY HAS NO END.
THROUGH THE LOVE OF IDUL FITRI, PLEASE FORGIVE ALL MY FAULTS.
nb [nambah]:
baru sempat posting lagi, coz zibukz sungkeman, muter2 en menerima angpaw…
lama gak ngeblog, dah rindu berat. Tapi bukan berat kencur…








maaf lahir batin atas segala salah yang pernah terlontar…
Taqaballahu minna wa minkum..shiamana wa shiamakum.
Mohon maaf lahir dan batin juga mas, minal aidin walfaizin.
moga ketemu terus ramadhan ke depan
Maafkan komen saya yang kadang nakal ya kang ..
minal aidin wal faizin.
maaf atas segala salah saya saat berkomentar ya ka….
minal aidin wal faizin mas yoda… (termasuk kejadian salah panggil nama ituh
)
Tanpa Gurindam …
Tanpa Puisi …
Hanya Maaf yang terucap dari hati yang suci …
Mohon Maaf Lahir Bathin juga ya …
Salam saya
The Trainer
mohon maaf lahir batin..
saya tetep kibarkan bendera merah putih
Mohon maaf lahir bathin, aku sangat ingin hanya bendera kemenangan yang selalu kita kibarkan..
(kunjung balasan niih..)
maaf lahir bathin ya….
bendera kemengan lahir dan batin tentu
wah… blog ini menarik lho… coba di share aja di situs social bookmarking ini>>> http://www.lintasberita.com mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? just look at your live traffic feed?? Nanti akan banyak pengunjung yang datengnya dari lintasberita lho… cek disini aja yah
>>> http://www.lintasberita.com/tools.php
taqoballuhu ya karimm..
muhun maav untuk semua tutur&komen yang tak berkenan ya yo..
maav juga baru semept berkunjung..
Macam khat Bendera Rasul (al Liwaa dan ar Rayaa) bisa nak tengok di http://khilafahstuff.wordpress.com
Kayaknya udah telat neh.. tapi gpp. Itung2 mempererat ukhuwah.
Yups betul… aduh jadi lupa tadi mau ngomong apa…
O iya, semoga kita senantiasa diberi keistiqamahan dalam pengamalan nyata setelah ramadhan.
Saya kibarkan bendera putih saja
kita kibarkan bendera putih ja mas
tapi bukan berarti ngalah