<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: berhematlah kawan</title>
	<atom:link href="http://yodama.wordpress.com/2008/07/09/berhematlah-kawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yodama.wordpress.com/2008/07/09/berhematlah-kawan/</link>
	<description>sepi ing pamrih, rame ing gawe</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 11:06:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Rindu</title>
		<link>http://yodama.wordpress.com/2008/07/09/berhematlah-kawan/#comment-105</link>
		<dc:creator>Rindu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 04:53:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yodama.wordpress.com/?p=53#comment-105</guid>
		<description>Saya mau hemat berbicara mas ... sudah beberapa bulan ini saya lebih memilih diam, entahlah.


&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
ada yang bilang &lt;strong&gt;diam&lt;/strong&gt; itu emas. 
dan juga sebagaimana nasehat Lukman kepada anaknya, bahwasanya:
&quot;Wahai anakku, sesungguhnya orang yang menyayangi akan disayangi, dan orang yang &lt;strong&gt;diam&lt;/strong&gt; akan selamat, dan orang yang berkata kebaikan akan beruntung. dan barangsiapa yang berkata kebatilan yang kemudian tidak dapat mengontrol lisannya maka ia akan menyesal.&quot; 

salah seorang sahabat saya pernah berkata, &quot;Bergeraklah...karena sesungguhnya &lt;strong&gt;diam&lt;/strong&gt; itu mematikan&quot;

:)&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau hemat berbicara mas &#8230; sudah beberapa bulan ini saya lebih memilih diam, entahlah.</p>
<blockquote><p>
&gt;&gt;&gt;<br />
ada yang bilang <strong>diam</strong> itu emas.<br />
dan juga sebagaimana nasehat Lukman kepada anaknya, bahwasanya:<br />
&#8220;Wahai anakku, sesungguhnya orang yang menyayangi akan disayangi, dan orang yang <strong>diam</strong> akan selamat, dan orang yang berkata kebaikan akan beruntung. dan barangsiapa yang berkata kebatilan yang kemudian tidak dapat mengontrol lisannya maka ia akan menyesal.&#8221; </p>
<p>salah seorang sahabat saya pernah berkata, &#8220;Bergeraklah&#8230;karena sesungguhnya <strong>diam</strong> itu mematikan&#8221;</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: satu nusa satu bangsa</title>
		<link>http://yodama.wordpress.com/2008/07/09/berhematlah-kawan/#comment-64</link>
		<dc:creator>satu nusa satu bangsa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 12:25:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yodama.wordpress.com/?p=53#comment-64</guid>
		<description>PERCUMA saja klo kt terus bicara ‘parah-nya’ negara kt yg tercinta ini. Krn mmg pemerintah kita TIDAK MAU m’p’baiki sgala sesuatu. BUKAN tidak bisa. Byk org pintar yg duduk di pemerintahan, tp mereka mmg TIDAK MAU m’p&#039;baiki ini semua. Mrk sudah sgt sibuk cari kesempatan slama mereka menjabat disana.

SARAN sy:
bila ada kesempatan utk pindah ke luar-negeri, kejar itu! Mgk sy terdengar spt main2, tp coba aja kt renungkan knp kt msh mau b’tahan dinegara kelahiran kt ini? Apa kt jg mau anak2 kt ngalami semua ini? Rasanya alasan plg kuat hanya: Krn smua sodara2 kt ada disini.

Yah, ini hny sekedar SARAN bila kita semua ingin hidup yg lebih baik. Walau tgl di LN jg ada tantangan hidup yg berbeda.

	

&lt;blockquote&gt;tapi, saya masih memimpikan Indonesia nanti bisa makmur, sejahtera. Semoga bukan hanya sekedar angan-angan saja tentunya. 

Jadi, teringat pernyataan salah seorang dosen saya malah. Beliau menyatakan bahwasanya, MPR/DPR itu sebenarnya gak perlu ada. Beliau menyarankan, paling gak &quot;isinya&quot; MPR/DPR diganti dengan sekumpulan profesor-profesor. Jangan seperti sekarang ini, yang bahkan lulus SD saja tidak, atau malahan beli ijazah untuk dapat menjadi ALEG. Saya hanya mantuk-mantuk saja mendengar pernyataan dosen saya tersebut. Sepertinya idenya boleh juga.

Tentang usulan ke LN, boleh juga. Tapi, saya masih terpikir untuk menuntut ilmu disana (sekolah) or mungkin bisa bekerja (sementara). Dan, tidak menetap selamanya. Tetap ingin balik ke negara asal lah, INDONESIA. Tapi, saat ini belum ada biaya untuk kesana dan juga kesempatan. :D

eniwei, terimakasih atas sarannya tadi. pak/mas/bu/mbak. :) &lt;/blockquote&gt;


 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PERCUMA saja klo kt terus bicara ‘parah-nya’ negara kt yg tercinta ini. Krn mmg pemerintah kita TIDAK MAU m’p’baiki sgala sesuatu. BUKAN tidak bisa. Byk org pintar yg duduk di pemerintahan, tp mereka mmg TIDAK MAU m’p&#8217;baiki ini semua. Mrk sudah sgt sibuk cari kesempatan slama mereka menjabat disana.</p>
<p>SARAN sy:<br />
bila ada kesempatan utk pindah ke luar-negeri, kejar itu! Mgk sy terdengar spt main2, tp coba aja kt renungkan knp kt msh mau b’tahan dinegara kelahiran kt ini? Apa kt jg mau anak2 kt ngalami semua ini? Rasanya alasan plg kuat hanya: Krn smua sodara2 kt ada disini.</p>
<p>Yah, ini hny sekedar SARAN bila kita semua ingin hidup yg lebih baik. Walau tgl di LN jg ada tantangan hidup yg berbeda.</p>
<blockquote><p>tapi, saya masih memimpikan Indonesia nanti bisa makmur, sejahtera. Semoga bukan hanya sekedar angan-angan saja tentunya. </p>
<p>Jadi, teringat pernyataan salah seorang dosen saya malah. Beliau menyatakan bahwasanya, MPR/DPR itu sebenarnya gak perlu ada. Beliau menyarankan, paling gak &#8220;isinya&#8221; MPR/DPR diganti dengan sekumpulan profesor-profesor. Jangan seperti sekarang ini, yang bahkan lulus SD saja tidak, atau malahan beli ijazah untuk dapat menjadi ALEG. Saya hanya mantuk-mantuk saja mendengar pernyataan dosen saya tersebut. Sepertinya idenya boleh juga.</p>
<p>Tentang usulan ke LN, boleh juga. Tapi, saya masih terpikir untuk menuntut ilmu disana (sekolah) or mungkin bisa bekerja (sementara). Dan, tidak menetap selamanya. Tetap ingin balik ke negara asal lah, INDONESIA. Tapi, saat ini belum ada biaya untuk kesana dan juga kesempatan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>eniwei, terimakasih atas sarannya tadi. pak/mas/bu/mbak. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nenyok</title>
		<link>http://yodama.wordpress.com/2008/07/09/berhematlah-kawan/#comment-41</link>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 13:21:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yodama.wordpress.com/?p=53#comment-41</guid>
		<description>salam
Duh ini menurutku sangat mendzalimi, tadi nyimak berita di TV bahwa banyak pengusaha kecil merugi karena ini, susu segar yang biasa diproduksi jadi basi, dampaknya buruk banget klo kelamaan sisitem begini, bisa-bisa mematikan usaha mikro :( *bingung*

	

&lt;blockquote&gt;ya mo gimana lagi. tapi, katanya ada SKB 5menteri kalo jam industri dipindahkan dari hari senen-jum&#039;at ke sabtu-ahad. 
eniwei, cuman bisa berdoa moga krisis energi ini mampu kita lalui... amiin. dan kita juga berhemat lah jangan terlalu boros.&lt;/blockquote&gt;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam<br />
Duh ini menurutku sangat mendzalimi, tadi nyimak berita di TV bahwa banyak pengusaha kecil merugi karena ini, susu segar yang biasa diproduksi jadi basi, dampaknya buruk banget klo kelamaan sisitem begini, bisa-bisa mematikan usaha mikro <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  *bingung*</p>
<blockquote><p>ya mo gimana lagi. tapi, katanya ada SKB 5menteri kalo jam industri dipindahkan dari hari senen-jum&#8217;at ke sabtu-ahad.<br />
eniwei, cuman bisa berdoa moga krisis energi ini mampu kita lalui&#8230; amiin. dan kita juga berhemat lah jangan terlalu boros.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: belajarmencintai</title>
		<link>http://yodama.wordpress.com/2008/07/09/berhematlah-kawan/#comment-36</link>
		<dc:creator>belajarmencintai</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 15:04:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yodama.wordpress.com/?p=53#comment-36</guid>
		<description>salam......
berlaku secara tidak berlebihan....
pesan &#039;sang kekasih&#039; kang Yodama,
kekasih manusia,,,

semoga selalu dijadikan hamba yang selalu
mencintai syukur...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230;&#8230;<br />
berlaku secara tidak berlebihan&#8230;.<br />
pesan &#8217;sang kekasih&#8217; kang Yodama,<br />
kekasih manusia,,,</p>
<p>semoga selalu dijadikan hamba yang selalu<br />
mencintai syukur&#8230;:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
